Bengkulu – Minat Pasangan Usia Subur (PUS) dalam menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) terus meningkat karena dinilai lebih efektif, aman, serta memberikan manfaat besar bagi kesehatan ibu dan keluarga. MKJP meliputi implan, intra uterine device (IUD), tubektomi atau Metode Operasi Wanita (MOW), serta vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP).
Shintia (37), ibu muda warga Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu, mengaku telah empat tahun menggunakan kontrasepsi implan dan merasakan manfaat signifikan, terutama dalam mengatur jarak kelahiran secara aman dan efektif.
Ia menuturkan, sejak awal ber-KB dirinya memilih implan karena meyakini manfaatnya tidak hanya untuk mengatur kehamilan, tetapi juga meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
Ketua Tim Kerja 6 Bidang Pelaporan dan Statistik Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Agus Veriyansah D., S.Kom., M.Stat, menyampaikan bahwa minat PUS di Bengkulu terhadap kontrasepsi jangka panjang menunjukkan tren yang menggembirakan.
Berdasarkan data tahun 2025, peserta KB baru di Bengkulu mencapai 5.071 akseptor atau sekitar 76,3 persen dari target 6.642 peserta. Rinciannya, akseptor IUD sebanyak 754 orang, MOW 750 orang, MOP 14 orang, dan implan sebanyak 3.553 orang.
Agus menjelaskan, penggunaan KB jangka panjang membantu mengatur jarak kehamilan sehingga dapat menurunkan risiko komplikasi kehamilan, persalinan, serta kematian ibu dan bayi. Jarak kelahiran yang ideal juga memberi kesempatan bagi ibu untuk memulihkan kondisi tubuh dan mencegah anemia akibat kehamilan yang terlalu sering.
Selain berdampak pada kesehatan, MKJP juga membantu keluarga merencanakan masa depan secara lebih matang, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun kesejahteraan keluarga. Metode ini turut berkontribusi pada tumbuh kembang anak yang optimal dan menjadi salah satu upaya penting dalam pencegahan stunting, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).







