Rabu, April 1, 2026
Beranda Berita Mahasiswa BEM SI Bengkulu Gelar Aksi Solidaritas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap...

Mahasiswa BEM SI Bengkulu Gelar Aksi Solidaritas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andri Yunus

0
3

Bengkulu – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Bengkulu menggelar aksi solidaritas atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andri Yunus, Selasa (31/3).

Aksi dimulai sekitar pukul 16.30 WIB dengan massa membawa spanduk dan poster bertuliskan “Kembalikan TNI ke Barak”, “Reformasi TNI”, hingga “Kami Bersama Andri Yunus”. Kegiatan dipusatkan di samping Gedung Juang 45 Bengkulu, sekitar 100 meter dari Korem 041/Garuda Emas.

Dalam aksi tersebut, sejumlah perwakilan mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka menyoroti dugaan pergeseran fungsi TNI yang dinilai semakin banyak terlibat dalam ranah sipil.

Situasi sempat memanas ketika terjadi perdebatan antara massa aksi dan aparat kepolisian. Mahasiswa bersikeras melanjutkan orasi di depan Makorem 041/Gamas, namun aparat tidak mengizinkan dengan alasan lokasi tersebut merupakan kawasan militer.

Presiden Mahasiswa Universitas Bengkulu, Ghifar Alfarizsy, menyayangkan pembatasan tersebut. Menurutnya, kebebasan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi seharusnya tetap dijamin.

“Kami menyayangkan karena tidak diperbolehkan menyampaikan aspirasi di depan Makorem. Ini menjadi catatan bagi kami,” ujar Ghifar.

Baca Juga:  Ekonom UI: Dampak Lingkungan Produksi Komponen Kendaraan Listrik Mengkhawatirkan

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa berencana kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons.

“Kami akan melakukan aksi lebih besar sebagai bentuk konsistensi perjuangan kami,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga membacakan pernyataan sikap yang berisi sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Mereka mendesak agar kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus diusut secara transparan serta meminta adanya reformasi di tubuh TNI agar kembali pada fungsi utamanya.

Adapun tuntutan yang disampaikan massa antara lain mendesak negara segera mengungkap pelaku dan dalang intelektual dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus secara transparan, independen, dan adil. Selain itu, mereka juga meminta agar pelaku serta pihak yang diduga menjadi dalang diadili melalui mekanisme peradilan koneksitas.

Aksi solidaritas tersebut berlangsung hingga sore hari dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]