Seluma – Pemkab Seluma dan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu menggelar pertemuan strategis lintas sektor dalam rangka mendukung pelaksanaan program prioritas nasional, di Hotel Risky, Kamis (17/4).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah, S.IP., MT, yang menekankan pentingnya sinergi antar sektor dalam percepatan pembangunan dan menjaga keamanan pangan di wilayah Seluma.
“Advokasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerjasama lintas sektor, antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan keberhasilan program prioritas nasional,” ujar Hendarsyah dalam sambutannya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Seluma, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seluma, Ny. dr. Mega Ayu Teddy Rachman. Mereka memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program Gerakan Keamanan Pangan Daerah (GKPD), Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), dan Pangan untuk Balita dan Keluarga (PPABK).
Sesi diskusi yang digelar dalam forum ini menghasilkan kesepakatan bahwa keberhasilan program bergantung pada keterlibatan aktif seluruh pihak. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antar sektor dan mendorong terciptanya solusi bersama untuk menjawab tantangan pembangunan, khususnya dalam upaya mewujudkan ketahanan dan keamanan pangan di Kabupaten Seluma. (Red)

Berita Terbaru
Pasca Pengamanan Unjuk Rasa, Wakapolda Bengkulu Pimpin Aksi Bersih-Bersih: Wujud Kepedulian Polri terhadap Lingkungan
Petani Mukomuko Terima Combine Harvester, Biaya Panen Bisa Hemat Rp2,3 Juta per Hektare
Walikota Dedy Wahyudi Lepas 64 Atlet Kota Bengkulu ke POPDA 2026
Walikota Dedy Wahyudi Siapkan Larangan ASN Gunakan Vape di Lingkungan Pemkot Bengkulu
Opini Gede Pasek Suardika: Sadapan dan Kekuasaan
Jepang Perketat Syarat Izin Tinggal, Skrining TBC Jadi Kewajiban WNI