Kamis, Maret 19, 2026
Beranda Kuliner Kue Bai Tat, Warisan Rasa Khas Bengkulu yang Melegenda

Kue Bai Tat, Warisan Rasa Khas Bengkulu yang Melegenda

0
14

Bengkulu – Kue bai tat, salah satu kuliner khas Bengkulu yang dibuat dari bahan-bahan tradisional, masih menjadi favorit masyarakat hingga saat ini. Proses pembuatan dan pemasarannya pun dilakukan secara turun-temurun oleh warga setempat, sehingga keaslian rasa dan resepnya tetap terjaga.

Salah satu penjual kue bai tat di Bengkulu menceritakan awal mula usahanya yang sederhana, yang berawal dari membuat kue bai tat berdasarkan pesanan keluarga. Namun, setelah mencoba membuat dalam jumlah lebih banyak dan menjualnya di depan rumah, banyak orang yang tertarik membeli hingga akhirnya usaha tersebut terus berkembang hingga sekarang dan menjadi salah satu usaha rumahan yang dikenal masyarakat sekitar.

Proses pembuatan kue bai tat cukup panjang. Pada tahap awal, bahan kering seperti tepung terigu, gula halus, dan mentega dicampurkan terlebih dahulu. Setelah itu, bahan basah seperti telur, santan, dan bumbu lainnya ditambahkan hingga menghasilkan adonan yang lembut. Adonan dibentuk kecil dan ditimbang agar beratnya sama, kemudian diisi dengan selai berbagai varian rasa seperti nanas, cokelat, atau kelapa, lalu dipanggang hingga matang dan beraroma harum.

Di samping itu, keunikan kue bai tat tidak hanya terletak pada rasanya yang gurih dan manis, tetapi juga pada nilai tradisinya yang kental, seperti yang dikatakan Cik Jum, seorang penjual kue bai tat. “Di suku Lembak, kue bai tat merupakan hidangan wajib saat Lebaran atau pernikahan. Karena jarang dijumpai sehari-hari, maka dari itu kue ini terasa istimewa,” ujarnya saat di wawancarai pada Rabu (5/11/25).

Lokasi penjualannya yang berada di Jalan Danau Dendam No. 43, yang mana jalan ini sebagai jalur lalu lintas, juga menjadi keuntungan tersendiri karena banyak orang yang mampir untuk membeli sebagai oleh-oleh khas Bengkulu bagi keluarga atau kerabat. Dalam hal pemasaran, penjual mengaku tidak menggunakan media sosial karena pelanggan sudah mengenal produknya dari mulut ke mulut. Harga kue bai tat dibanderol mulai dari Rp25.000 hingga Rp35.000 per kotak, sedangkan ukuran kecil dijual dengan harga Rp5.000 tergantung varian rasa.

Tidak hanya penjual yang bangga dengan keberadaan kue bai tat, salah seorang pembeli, Devi pun mengakui kelezatan dan keunikannya. “Saya suka kue bai tat karena rasanya yang khas dengan aroma kelapa dan gula merah yang menggugah selera,” ungkapnya.

Baik penjual maupun pembeli sepakat bahwa kue bai tat merupakan bagian dari identitas kuliner Bengkulu yang patut dijaga keberadaannya. Mereka berharap generasi muda dapat terus mengenal dan melestarikan tradisi pembuatan kue ini agar tidak hilang ditelan zaman. Kue bai tat bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga warisan budaya yang mencerminkan kekayaan cita rasa khas daerah Bengkulu.MSW

[wpforms id="149" title="true" description="true"]