Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari memberikan apresiasi tinggi terhadap revitalisasi program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya yang kini menjadi motor penggerak ekosistem kreatif Indonesia. Hal ini disampaikannya saat menghadiri acara bertajuk “MTN Wave – Gelombang Talenta Seni Budaya Indonesia” di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Rabu (11/2/2026).
Dalam sambutannya, Qodari menegaskan bahwa MTN bukan sekadar program seremonial, melainkan jembatan nyata bagi visi besar Presiden dalam memastikan talenta Indonesia tumbuh secara berkelanjutan. “Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya adalah contoh nyata bagaimana negara hadir bukan hanya memberi ruang, tetapi membangun ekosistem,” ujar Qodari.
Qodari menambahkan bahwa program ini membuktikan bahwa kebudayaan adalah investasi pembangunan jangka panjang bagi sumber daya manusia, dan bukan sekadar beban anggaran. Langkah ini, menurutnya, sangat selaras dengan semangat Asta Cita ke-8 untuk memperkuat identitas bangsa dan harmoni sosial, serta Asta Cita ke-3 dalam membuka lapangan kerja berkualitas melalui ekosistem kreatif.
Sejak direvitalisasi pada pertengahan tahun 2025 oleh Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinan Menteri Fadli Zon, MTN Seni Budaya telah menunjukkan dampak yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, program ini telah menjangkau lebih dari 36.990 peserta, melibatkan 200 mitra, dan berhasil mengantarkan 116 talenta memperoleh rekognisi di panggung internasional yang tersebar di 19 negara.
“MTN yang dulu belum maksimal dalam menjawab kebutuhan talenta, kini lebih relevan karena dilakukan pemetaan ekosistem seni budaya secara bottom-up,” jelas Qodari. Program ini mencakup lima bidang utama, yaitu seni rupa, seni pertunjukan, musik, film, dan sastra.
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha tersebut, Qodari menyempatkan diri memberikan ucapan selamat khusus kepada Fadli Zon melalui sebuah pantun. Ucapan tersebut merujuk pada penganugerahan gelar Profesor Kehormatan (Honoris Causa) di bidang kebudayaan yang diterima Fadli Zon dari Universitas Nasional pada hari yang sama.
“Selamat Bapak Fadli Zon atas anugerah Profesor Kehormatan. Merah Putih berkibar, budaya berjaya,” ucap Qodari dalam pantunnya.
Menutup sambutannya, Qodari menekankan bahwa momentum “MTN Wave” ini harus menjadi energi baru bagi masa depan Indonesia. Ia berharap proses perawatan talenta yang konsisten akan melahirkan generasi emas yang mampu membawa nama Indonesia di kancah dunia secara berkelanjutan.
“Masa depan Indonesia tidak dibangun dalam satu malam, tetapi dari talenta-talenta yang dirawat secara konsisten hari demi hari,” pungkasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo. Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto, Deputi dari Kemenko PMK Warsito, Deputi Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, dan Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Timothy Ivan Triyono hingga jajaran pimpinan dari Kementerian Kebudayaan serta lembaga terkait juga tampak hadir.


