Lebong – Intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu menyebabkan sejumlah desa di Kabupaten Lebong terendam banjir luapan sungai pada Minggu (05/4) lalu.
Merespons situasi darurat tersebut, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu, Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., segera bergerak cepat meninjau lokasi terdampak guna memastikan evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan optimal.
Kehadiran jenderal bintang dua ini di tengah kepungan air menjadi simbol komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Dengan mengenakan perlengkapan lapangan lengkap, Irjen Pol. Mardiyono menyisir pemukiman warga yang terendam untuk memantau kondisi fisik bangunan serta keselamatan jiwa penduduk.
Dalam keterangannya di lokasi bencana, Kapolda Bengkulu menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
”Kami telah mengerahkan personel Brimob, Sabhara, dan Tim Dokkes Polda Bengkulu untuk bersinergi dengan BPBD serta TNI. Fokus kami adalah evakuasi warga ke titik aman dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” ujar Irjen Pol. Mardiyono, di Lebong, Rabu (08/4/2026).
Beliau juga menginstruksikan jajaran Polres Lebong untuk mendirikan posko kesehatan dan dapur umum di titik-titik strategis yang mudah dijangkau oleh pengungsi.
Selain memantau proses evakuasi, Kapolda Bengkulu secara simbolis menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako, perlengkapan tidur, dan obat-obatan kepada warga terdampak. Irjen Pol. Mardiyono berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang kehilangan harta benda akibat luapan air.
”Polda Bengkulu akan terus memantau perkembangan situasi cuaca. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan segera melapor kepada petugas jika membutuhkan bantuan darurat,” tambahnya.
Guna mencegah tindak kriminalitas di rumah-rumah yang ditinggalkan pengungsi, Kapolda telah memerintahkan patroli rutin menggunakan perahu karet di area pemukiman yang terendam. Langkah antisipatif ini diambil untuk memberikan rasa aman kepada warga sehingga mereka dapat fokus pada pemulihan pascabencana.







