
Bengkulu – Provinsi Bengkulu menjadi salah satu wilayah yang melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahap kedua program ini, dengan berbagai persiapan untuk memastikan keberhasilan implementasinya.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah kehadiran Inkopontren (Induk Koperasi Pondok Pesantren), yang telah memulai pembangunan dapur di 300 pondok pesantren di seluruh Indonesia. Inkopontren menargetkan hingga 1.500 titik dapur yang akan beroperasi di berbagai pondok pesantren di Indonesia.
Dalam rangka optimalisasi program ini, Inkopontren bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu melakukan koordinasi terkait pelaksanaan MBG. Program ini menyasar santri pesantren serta ibu hamil dan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, khususnya di Bengkulu.
Wakil Bendahara Umum Inkopontren, Yos Meilano, menegaskan komitmen Inkopontren dalam mendukung program pemerintah terkait isu gizi dan kedaulatan pangan.
“Kami (Inkopontren) siap untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis melalui penyediaan dapur di pesantren-pesantren yang ada di Indonesia, terutama di Bengkulu. Hari ini, kami telah melakukan koordinasi dengan mitra strategis kami, yaitu Kementerian Agama Provinsi Bengkulu dan BKKBN Bengkulu, terkait data ibu hamil dan ibu menyusui yang juga menjadi sasaran program MBG,” ujarnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, SH, MH, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini.
“BKKBN dengan data hasil Pemutakhiran Keluarga siap memperkuat Program MBG bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Sejalan dengan amanat Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN, kami berkomitmen untuk menyukseskan pelaksanaan MBG agar manfaatnya bisa diterima oleh masyarakat Bengkulu,” katanya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Inkopontren dalam berkoordinasi langsung dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran program ini.
Dengan sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan santri serta ibu hamil dan menyusui, sekaligus menjadi langkah konkret dalam upaya menurunkan angka stunting di Provinsi Bengkulu.
Reporter/editor : Bisri






