
Jakarta – PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) bersama Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) menargetkan terbentuknya 15 hingga 20 ribu Warung Kelontong Betawi (WARKOBI) di Jakarta.
Selain itu, program ini juga menghadirkan Grosir Nusantara Lima di 147 pasar tradisional dan lokasi sementara. Upaya ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat kecil, termasuk PKL, UMKM, dan rantai pasok kuliner.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, menjelaskan bahwa sebagai BUMD pangan berbasis nabati, pihaknya siap menyuplai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, terigu, telur, serta produk cepat laku dari berbagai prinsipal.
“Kerja sama dengan APKLI Perjuangan yang memiliki jaringan kuat di akar rumput diyakini bisa segera menghadirkan 15–20 ribu WARKOBI di Jakarta. Skema permodalan akan ditangani BUMD Bank Jakarta,” ujarnya saat menerima kunjungan Ketua Umum APKLI Perjuangan, dr. Ali Mahsun Atmo, M. Biomed, Jumat (26/9/2025).
Pada kesempatan itu, Ali Mahsun menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut Gerakan Pasar Rakyat (GPR) yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, pada Juli 2025. Menurutnya, revitalisasi pasar rakyat berbasis inovasi tematik dan integrasi dengan PKL serta UMKM sekitar menjadi keniscayaan.
“Tujuannya agar pasar rakyat di Jakarta bersih, aman, nyaman, dan unggul, serta mendukung target Jakarta naik kelas menjadi Top Fifteen Global City pada 2030,” jelasnya.
Ali Mahsun juga menambahkan, kolaborasi dengan Food Station diyakini tidak hanya berdampak pada DKI Jakarta, tetapi juga mampu meluas ke skala nasional.
“Sinergi ini adalah komitmen untuk membawa manfaat besar bagi ekonomi rakyat kecil. Kami mendukung penuh agar Food Station melaju menjadi perusahaan nasional bahkan global,” pungkasnya.






