Selasa, Maret 31, 2026
Beranda Berita Dedy “Takziah”, Saat Kedekatan dengan Warga Tumbuh di Tengah Duka dan Bahagia

Dedy “Takziah”, Saat Kedekatan dengan Warga Tumbuh di Tengah Duka dan Bahagia

0
1

Bengkulu – Kedekatan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dengan masyarakat kerap terbangun bukan hanya dalam kegiatan resmi pemerintahan, tetapi juga di momen-momen pribadi warga. Mulai dari menghadiri takziah hingga menjadi saksi pernikahan, kehadirannya membuat sebagian warga menjulukinya dengan sebutan unik, “Dedy Takziah”.

Julukan tersebut bahkan sempat menjadi cerita menarik saat pelaksanaan Pilkada. Dedy mengisahkan, ada dua orang nenek yang ditanya petugas di bilik suara mengenai pilihan mereka. Keduanya dengan mantap menjawab memilih “Dedy Takziah”.

Cerita itu disampaikan Dedy Wahyudi saat berbincang dalam Podcast Nusaraya Kompas.com pada 30 Maret 2026. Ia mengaku tertawa mendengar julukan tersebut, namun menganggapnya sebagai bentuk kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.

Menurut Dedy, kehadirannya di tengah warga yang sedang berduka bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi bagian dari pelayanan pemerintah melalui program “4 in 1”. Program ini memastikan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya langsung mendapatkan dokumen kependudukan yang diperbarui.

Melalui program tersebut, pemerintah kota mengantarkan langsung akta kematian, kartu keluarga baru, hingga pembaruan status pada KTP ke rumah duka. Dedy bahkan sering datang sendiri pada malam ketiga takziah untuk menyerahkan dokumen tersebut kepada keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga:  Walikota Dedy Wahyudi Resmikan "Jamu Kito", Produk Herbal Khas Bengkulu

Ia menilai kehadiran pemerintah pada saat warga menghadapi kesulitan menjadi bentuk nyata pelayanan publik.

“Bahagia itu capaian tertinggi. Saya ingin warga merasa lengkap karena pemerintah hadir saat mereka sedang susah,” ujar Dedy.

Selain dikenal hadir di rumah duka, Dedy juga sering diminta menjadi saksi pernikahan warga. Melalui layanan administrasi kependudukan yang terintegrasi, pasangan yang baru menikah dapat langsung menerima KTP dan kartu keluarga baru di lokasi akad.

Tidak hanya pasangan pengantin, orang tua dari kedua mempelai juga mendapatkan pembaruan dokumen kependudukan secara otomatis. Tingginya minat masyarakat membuat jadwal Dedy sebagai saksi nikah disebut telah terisi hingga Agustus 2026.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bengkulu juga terus mendorong pembangunan infrastruktur. Melalui program Seribu Jalan Mulus, Dedy menyebut sekitar 90 persen jalan di wilayah kota telah diperbaiki. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan peningkatan jalan di kawasan perumahan dengan alokasi anggaran sekitar Rp150 miliar.

Pemkot Bengkulu juga menyiapkan pengembangan kawasan wisata heritage yang menghubungkan Benteng Marlborough, kawasan Kota Tua, hingga Kampung China. Kawasan tersebut direncanakan menjadi ruang baru bagi aktivitas wisata, kreativitas anak muda, serta pengembangan UMKM.

Baca Juga:  Aktivis Desak Pemerintahan Prabowo Tegas Batalkan Tunjangan Rumah Anggota DPR, Bertentangan dengan Butir Pancasila

Selain pembangunan fisik, sejumlah program sosial juga dijalankan pemerintah kota, di antaranya layanan akta kelahiran yang langsung diantar ke rumah melalui program Baladewa, pendidikan bebas pungutan komite untuk tingkat SMP, serta layanan BPJS kesehatan gratis bagi warga.

Melalui berbagai program tersebut, Dedy menegaskan bahwa tugas seorang kepala daerah tidak hanya mengelola pembangunan, tetapi juga memastikan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]