back to top
Senin, Februari 2, 2026
BerandaBeritaDalam 24 Jam, Ribuan Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh–Sumatera Utara

Dalam 24 Jam, Ribuan Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh–Sumatera Utara

Bengkulu – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum kejadian bencana dan penanganan yang dilakukan aparat daerah sepanjang Selasa (25/11) hingga Rabu (26/11) pukul 07.00 WIB. Pada periode ini, bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia.

Aceh menjadi daerah pertama yang melaporkan kejadian banjir. Hujan berintensitas tinggi yang turun beberapa hari terakhir menyebabkan kawasan Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa terendam pada Selasa (25/11) pukul 10.20 WIB. Sebanyak 150 KK atau 420 jiwa terdampak dengan ketinggian air 20–40 sentimeter. BPBD Kota Langsa masih melakukan penanganan dan pendataan di lokasi.

Masih di Aceh, banjir juga terjadi di Kabupaten Agam setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (25/11) sore. Daerah terdampak meliputi Nagari Kampung Tengah, Kecamatan Lubuk Basung, dan Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari. Sebanyak 42 KK atau 143 jiwa dan 21 unit rumah terendam. BPBD Kabupaten Agam bersama unsur terkait melakukan penanganan di lapangan.

Beralih ke Sumatera Utara, banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara pada hari yang sama. Sebanyak 50 unit rumah di Desa Simangumban Julu (Kecamatan Simangumban) dan Desa Siopat Bahal (Kecamatan Purbatua) terdampak, sementara dua jembatan rusak dan tak bisa dilalui. BPBD setempat telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen kerusakan.

Baca Juga:  Meutya Hafid: Tani Digital Tunjukkan Teknologi Bisa Percepat Ketahanan Pangan

Di Kota Padang Sidempuan, banjir melanda Kelurahan Hamopan Sibatu, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, pada Selasa (25/11) pagi. Kaji cepat menunjukkan 220 jiwa dan 17 rumah terdampak. Satu warga dilaporkan hilang terseret arus sungai. Upaya pencarian dilakukan oleh BPBD bersama tim gabungan.

Sementara itu, wilayah Tapanuli Tengah mengalami banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat. Tercatat 1.902 unit rumah terdampak di sembilan kecamatan—Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori—dengan total 1.902 KK. BPBD setempat melakukan pembersihan material longsor, pemantauan, serta penyaluran bantuan permakanan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Kondisi ini dipicu pengaruh Siklon Tropis KOTO di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka.

Bibit Siklon 95B berpeluang memicu hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau, serta angin kencang di Aceh dan Sumatera Utara.

Adapun Siklon Tropis KOTO diperkirakan memicu hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau, serta gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan Sangihe–Talaud, Laut Sulawesi, Laut Maluku, perairan Halmahera, Papua Barat Daya hingga Papua, dan Samudera Pasifik utara Maluku–Papua.

Baca Juga:  Senator Destita Dorong RUU Perlindungan Guru Segera Disahkan

BMKG telah merilis potensi dampak cuaca ekstrem dan kondisi perairan untuk 24 jam ke depan, mulai 25 November 2025 pukul 19.00 WIB hingga 26 November 2025 pukul 19.00 WIB.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

- Advertisment -

[wpforms id="149" title="true" description="true"]