back to top
Senin, Februari 2, 2026
BerandaBeritaCahaya Perempuan Bengkulu Gelar Edukasi HKSR di Sekolah, Leksi Oktavia: Anak Harus...

Cahaya Perempuan Bengkulu Gelar Edukasi HKSR di Sekolah, Leksi Oktavia: Anak Harus Sadar Hak dan Terlindungi

Bengkulu – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, Yayasan Cahaya Perempuan Women’s Crisis Center (WCC) Bengkulu menggelar serangkaian kegiatan edukatif bertajuk “Cahaya Perempuan On The Road 2025” dengan tema “Anak Sehat, Sadar Hak dan Terlindung Melalui Pendidikan Seksual dan Reproduksi.”

Kegiatan ini dimulai sejak 15 Juli dan akan mencapai puncaknya pada 25 Juli 2025. Direktur Yayasan Cahaya Perempuan WCC Bengkulu, Leksi Oktavia, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk melindungi anak-anak dari kekerasan dan perkawinan usia dini.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak mendapat akses informasi yang benar tentang kesehatan seksual dan reproduksi (HKSR), serta mengenali bentuk-bentuk kekerasan yang kerap tidak disadari terjadi di sekitar mereka, termasuk dari orang-orang terdekat,” ujar Leksi.

Kegiatan dilakukan dengan menggandeng sejumlah sekolah dan memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Beberapa sekolah yang telah berpartisipasi antara lain SMPN 14 Kota Bengkulu (222 siswa), MAN 2 Kota Bengkulu (213 siswa), SMKS-1 Pembangunan Kota Bengkulu (35 siswa), dan MAN Insan Cendekia Bengkulu Tengah (120 siswa).

Baca Juga:  Dapur Sekolah SDN Ngupasan Jogjakarta Bisa Menjadi Contoh Sukses Program MBG

Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswi dibekali pemahaman tentang pentingnya pendidikan seksual yang sesuai usia, bahaya perkawinan anak, serta cara mengenali dan melaporkan berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikis.

“Masih banyak anak yang belum memahami bahwa mereka bisa menjadi korban kekerasan, bahkan dari orang terdekat. Karena itu penting bagi keluarga dan sekolah untuk mulai membuka ruang edukasi yang aman dan sehat,” tambah Leksi.

Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi momentum mendorong orang tua dan sekolah lebih aktif memberikan pendidikan kesehatan seksual dan reproduksi agar anak-anak terlindungi dari kekerasan dan tidak terjebak dalam perkawinan di usia dini.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

- Advertisment -

[wpforms id="149" title="true" description="true"]