Kamis, Maret 19, 2026
Beranda Nasional BNPB Catat Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjadi di Sejumlah Daerah

BNPB Catat Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjadi di Sejumlah Daerah

0
10

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia hingga Minggu (28/12) pukul 07.00 WIB. Banjir dan angin kencang akibat cuaca ekstrem mendominasi laporan kejadian.

Cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (27/12) sekitar pukul 14.30 WIB. Hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang mengakibatkan 17 unit rumah di Desa Cikembulan dan Desa Neglasari, Kecamatan Kadungora, terdampak. Sebanyak 22 KK atau 73 jiwa terdampak. BPBD Kabupaten Garut telah melakukan asesmen kerusakan dan membantu pembersihan material rumah warga.

Di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, banjir melanda Desa Persiapan Awang, Kecamatan Pujut, Sabtu (27/12) pukul 12.13 WITA akibat hujan lebat. Sebanyak 386 KK terdampak dan BPBD setempat telah menurunkan tim ke lokasi.

Sementara itu di Kalimantan Selatan, banjir terjadi hampir bersamaan di beberapa daerah. Di Kabupaten Balangan, hujan sejak Jumat (26/12) menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman di Kecamatan Tebing Tinggi, Awayan, dan Halong. Sebanyak 102 KK atau 264 jiwa terdampak, dengan ketinggian air mencapai satu meter dan menggenangi dua akses jalan desa. BPBD melakukan evakuasi, membuka posko tanggap darurat, mendistribusikan air bersih, serta memberikan layanan kesehatan.

Banjir juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada Sabtu (27/12) sekitar pukul 15.02 WITA. Empat kelurahan dan tiga desa di Kecamatan Kandangan dan Loksado terdampak, dengan total 2.946 unit rumah terendam. BPBD setempat melakukan kaji cepat, evakuasi warga, serta menyalurkan bantuan logistik.

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, banjir terjadi pada Jumat (26/12) pukul 20.00 WITA akibat peningkatan debit sungai. Delapan desa di empat kecamatan terdampak, dengan 283 KK atau 785 jiwa terdata terdampak. Hingga Sabtu (27/12), tinggi muka air dilaporkan mulai surut.

Banjir juga dilaporkan di Kota Banjarbaru akibat luapan sungai yang merendam permukiman di Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka. Sebanyak 96 KK atau 131 jiwa terdampak. BPBD setempat menurunkan tim reaksi cepat bersama UPT Damkar, Tagana, dan Puskesmas Cempaka.

Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dengan memantau informasi cuaca resmi, menjaga kebersihan saluran air, serta menyiapkan kebutuhan darurat. Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang, terutama di sekitar pohon besar.

BNPB juga meminta pemerintah daerah memperkuat sistem peringatan dini, kesiapan infrastruktur pengendalian banjir, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor guna meminimalkan risiko dan dampak bencana.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]