back to top
Senin, Februari 2, 2026
BerandaBengkuluBKKBN Salurkan Paket MBG untuk Cegah Stunting di Bengkulu

BKKBN Salurkan Paket MBG untuk Cegah Stunting di Bengkulu

Bengkulu – Dalam mendukung program Asta Cita pemerintah dan percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menyalurkan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kelompok sasaran rentan di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Provinsi Bengkulu.

Sasaran prioritas program MBG ini adalah kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, selain kelompok sasaran lain seperti siswa dan pelajar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi serta mencegah stunting pada kelompok rentan tersebut.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, menjelaskan, “Kelompok sasaran MBG 3B menjadi prioritas karena masa 1.000 HPK adalah periode krusial bagi pertumbuhan anak. Pemberian makanan bergizi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi mereka sehingga risiko stunting dapat diminimalisir. Program ini juga merupakan bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di Bengkulu.”

Dalam kesempatan yang sama, saat menghadiri peresmian serentak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) POLRI di Bengkulu, Kamis (17/7), Zamhari menambahkan bahwa program MBG untuk kelompok 3B memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas SDM ke depan. Di Provinsi Bengkulu, saat ini terdapat 17 SPPG BGN yang aktif menjalankan program makan bergizi gratis bagi kelompok sasaran tersebut.

Baca Juga:  Pemprov Bengkulu dan HIPMI Perkuat Sinergi Pasarkan Potensi Daerah

Hingga Juli 2025, sebanyak 2.053 paket MBG telah disalurkan di beberapa kabupaten dan kota di Bengkulu. Rinciannya, di Kota Bengkulu sebanyak 1.237 penerima manfaat, terdiri dari 955 balita, 92 ibu hamil, dan 190 ibu menyusui.

Program MBG ini dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti petugas kesehatan, kader posyandu, tim pendamping keluarga, dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB). Melalui sinergi tersebut, diharapkan prevalensi stunting dapat ditekan secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas SDM sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan hasil Survei Studi Gizi Indonesia (SSGI) 2025, prevalensi stunting nasional pada tahun 2024 tercatat sebesar 19,8 persen. Program intervensi gizi langsung seperti MBG diharapkan mampu menurunkan angka tersebut di masa mendatang.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

- Advertisment -

[wpforms id="149" title="true" description="true"]