Bengkulu – Badan Gizi Nasional menggelar bimbingan teknis pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), terhadap puluhan Anggota SPPG di Bengkulu, Senin (13/10).
Perwakilan BGN Staf Ahli Badan Gizi Nasional (BGN), Erin Andriyanto, mengatakan bimtek sebagai upaya menjelaskan bahwa peserta merupakan ujung tombak keberhasilan program MBG di tingkat pelaksana.
Selain menjaga kualitas gizi dan keamanan pangan, bimtek ini juga berfungsi sebagai upaya mitigasi risiko kesehatan masyarakat.
Upaya ini diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Makanan yang digelar secara serentak di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Bengkulu. Bimtek ini adalah langkah pencegahan. Kami ingin semua pelaksana MBG memahami prinsip kebersihan dan keamanan pangan agar kejadian serupa tak terulang,
Ahmad juga mengungkapkan, ada MBG yang alami keracunan pada penerima manfaat itu karena SPPG tidak menjalankan SOP yang benar dalam pengelolaan MBG.
Sebanyak 3.600 peserta yang berasal dari berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti kegiatan bimtek selama dua hari, BGN terus berkomitmen memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang pangan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh makanan yang aman, sehat, dan bergizi.
Melalui kegiatan ini, para penjamah makanan juga akan dibekali pemahaman mendalam mengenai pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan sesuai prinsip higienitas dan keamanan pangan.
Hal tersebut penting menjadi perhatian karena keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kinerja para penjamah makanan dan petugas di lapangan. Maka, peningkatan kapasitas dan pengetahuan tentang keamanan pangan menjadi hal yang mutlak untuk di pahami dan di ketahui.
Program yang diusung Presiden ini juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat dan menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat. (Ayu Puspita)







