Bengkulu — Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT). Kali ini, langkah nyata datang dari Bengkulu dengan diresmikannya pengoperasian komersial Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Kanzy 3.
PLTM Kanzy 3, yang berkapasitas 5 megawatt (MW), memanfaatkan aliran Sungai Simpang Aur di Desa Taba Durian Sebakul, Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah. Mengusung teknologi minihidro, pembangkit ini memanfaatkan arus air tanpa bendungan besar sehingga minim dampak terhadap lingkungan dan ekosistem.
Proyek PLTM Kanzy 3 dikelola oleh PT Kanz Sapta Energi, anak perusahaan Muara Energi Mutakhir (MEM), bekerja sama dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB). Berita Acara Commercial Operation Date (COD) resmi ditandatangani di Palembang pada Rabu, 4 Juni 2025.
Komisaris Muara Energi, Billy Tjandra, menegaskan pentingnya pembangkit ini dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pembangunan berbasis energi terbarukan.
“Minihidro ini bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga cocok untuk wilayah terpencil yang membutuhkan pasokan listrik yang stabil,” ujar Billy.
PLTM Kanzy 3 diharapkan mampu menyuplai energi bersih yang berkelanjutan dan mendukung upaya pengurangan emisi karbon nasional. Kehadiran pembangkit ini juga memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan kontribusi energi hijau dalam bauran energi Indonesia.


