Kamis, Maret 19, 2026
Beranda Ekonomi APKLI-P Luncurkan Logo Baru, Kawal Pertumbuhan Ekonomi 8% dan Penguatan UMKM Nasional

APKLI-P Luncurkan Logo Baru, Kawal Pertumbuhan Ekonomi 8% dan Penguatan UMKM Nasional

0
15

Jakarta — Menjelang peringatan Hari Pahlawan, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) menggelar silaturahmi nasional sekaligus meluncurkan logo Musyawarah Nasional (MUNAS) VI APKLI-P yang akan berlangsung di Jakarta pada 6–8 Februari 2026. Acara yang digelar di Jakarta Barat ini menjadi momentum strategis bagi organisasi untuk menegaskan komitmen berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju 8 persen pada 2029 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa besar dan kuat. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang tunduk pada asing. Kekayaan alam Indonesia yang luar biasa harus dikelola tanpa kebocoran, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujar Ali Mahsun dalam sambutannya.

Menurut mantan Ketua Umum Bakornas LKMI PB HMI 1995–1998 itu, potensi ekonomi Indonesia sangat besar bila dikelola dengan transparan dan berpihak kepada rakyat. Ia optimistis pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sekadar target, tetapi peluang nyata, bahkan bisa menembus dua digit.

“Setiap bayi yang lahir di negeri ini seharusnya mendapat jaminan masa depan. Jika sumber daya bangsa dikelola dengan benar, setiap anak bisa memiliki saldo awal Rp15 juta di rekeningnya,” tegasnya.

Sebagai Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), Ali Mahsun juga menyampaikan apresiasi atas keberpihakan Presiden Prabowo terhadap sektor ekonomi rakyat — mulai dari petani, nelayan, pedagang kaki lima (PKL), hingga pelaku UMKM.

“APKLI-P berada di garda terdepan menyiapkan dan mendampingi 100 juta PKL dan UMKM yang tangguh hingga 2030. Mereka adalah tulang punggung ekonomi rakyat dan bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ali juga mengapresiasi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang mengintegrasikan pasar rakyat dengan PKL dan UMKM hingga ke tingkat RW.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dari pusat hingga daerah untuk mempercepat revitalisasi 4,1 juta warung kelontong rakyat serta mendorong pembentukan Warung Kelontong Betawi (Warkobi) di setiap RW.

“Tahap awal, minimal tiga Warkobi harus hadir di setiap RW DKI Jakarta. Ini bentuk nyata ekonomi rakyat yang mandiri dan menjadi penopang penghidupan masyarakat kecil,” tegasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan pemotongan Tumpeng Nusantara sebagai simbol harapan bagi keselamatan bangsa serta kesuksesan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto hingga 2029.

Sebagai puncak acara, dr. Ali Mahsun secara resmi meluncurkan logo MUNAS VI APKLI-P dengan cara mencoblos menggunakan bambu runcing, simbol semangat juang para pahlawan.

“Dengan semangat Hari Pahlawan 10 November, perjuangan untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa akan terus kami lanjutkan. Semoga Indonesia menjadi negeri yang adil, makmur, dan berdaulat atas kehendak Allah SWT,” tutup dokter lulusan FK Unibraw Malang dan FKUI Jakarta asal Mojokerto, Jawa Timur itu.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]