Bengkulu – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menegaskan kembali arah perjuangan partainya yang berlandaskan nilai-nilai spiritual, kebangsaan, dan kemanusiaan. Hal itu disampaikannya saat berdialog dengan kader PKS di Bengkulu, Minggu (19/10/2025).
Dalam pertemuan yang dirangkai dengan kegiatan sosialisasi empat pilar MPR di salah satu hotel kawasan Pantai Panjang, Almuzzammil memaparkan konsep “Lima Rumah Perjuangan” yang menjadi arsitektur nilai PKS. Konsep tersebut, kata dia, bukan hanya panduan strategis, tetapi juga identitas moral yang membedakan PKS dari partai politik lainnya.
“Lima Rumah Perjuangan ini adalah nilai dasar yang memandu seluruh langkah kader. Kita tidak hanya berpolitik, tapi juga berjuang membangun manusia, bangsa, dan lingkungan,” ujarnya.
Kelima rumah perjuangan yang dimaksud antara lain:
1. Rumah Perjuangan Spiritual, berlandaskan nilai keimanan dan ketakwaan.
2. Rumah Perjuangan Politik, yang menjadi wadah perjuangan di ranah kebijakan publik.
3. Rumah Kebangsaan, menegaskan semangat menjaga persatuan dan keutuhan Indonesia.
4. Rumah Kemanusiaan, berorientasi pada pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
5. Rumah Perjuangan Lingkungan, yang meneguhkan komitmen terhadap kelestarian alam dan keberlanjutan hidup.
Almuzzammil menekankan, dua di antara nilai tersebut — Rumah Kebangsaan dan Rumah Kemanusiaan — harus menjadi semangat utama setiap kader PKS di daerah. Ia mengungkapkan, PKS telah membentuk Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas sebagai wujud nyata dari komitmen kemanusiaan itu.
“Partai ini harus menjadi rumah bagi siapa pun yang membutuhkan tempat untuk tumbuh dan berkontribusi. PKS hadir untuk merangkul, bukan memisahkan,” tegasnya.
Sebelum berdialog dengan kader, Almuzzammil juga mengunjungi sejumlah pelaku UMKM yang merupakan kader PKS di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda nasional PKS dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis usaha kecil dan menengah.
Ia menegaskan, pendampingan terhadap pelaku UMKM bukan hanya bentuk dukungan ekonomi, tetapi juga implementasi nilai Rumah Perjuangan Kemanusiaan dan Rumah Kebangsaan yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas.


