Bengkulu – Terbatasnya lapangan kerja yang sesuai dengan keahlian dan pendidikan menyebabkan angka pengangguran tetap tinggi, termasuk di Provinsi Bengkulu. Setiap tahun, jumlah pencari kerja dari lulusan SMA hingga sarjana terus bertambah, sementara lowongan kerja yang tersedia tidak sebanding.
Di Bengkulu, sebagian besar lowongan hanya tersedia di sektor perkebunan, pertambangan, dan perdagangan. Sedangkan di sektor administrasi yang paling diminati, perusahaan umumnya hanya membuka satu hingga dua posisi setiap kali rekrutmen.
Menghadapi kenyataan ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu mendorong pencari kerja untuk melirik peluang kerja di luar negeri. Kepala Disnakertrans, Syarifudin, menyebutkan banyak negara membuka lowongan dengan skema beragam seperti kuliah sambil kerja, magang ke Jepang, hingga tenaga kerja profesional.
“Lowongan kerja di luar negeri itu banyak. Kami harap para pencari kerja berani mencoba dan merantau,” tegasnya.
Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka di Bengkulu pada Februari 2024 tercatat 3,17 persen dari 1.116.138 angkatan kerja. Jumlah ini turun 14.035 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Pada November 2024, angka pengangguran kembali turun menjadi 3,11 persen.
Meski terjadi penurunan, lapangan kerja dalam negeri masih terbatas. Disnakertrans menilai kerja ke luar negeri menjadi solusi cepat bagi pencari kerja untuk mendapatkan penghasilan dan pengalaman yang lebih baik. (Red)

Berita Terbaru
Jepang Perketat Syarat Izin Tinggal, Skrining TBC Jadi Kewajiban WNI
160 Mitra Dapur MBG Bengkulu Protes Kebijakan BGN, Siapkan Aksi 10 November Jika Tak Dipenuhi
Astronom Temukan Planet Diduga Kaya Karbon di Angkasa, Dijuluki Planet Berlian
25 Atlet Seluma Ikuti POPDA Bengkulu 2026, Turun di Lima Cabor
Desa Bukit Peninjauan II Dinilai sebagai Percontohan Desa Antikorupsi 2026
Baznas Bengkulu Salurkan Kursi Roda untuk Lansia 58 Tahun di Seluma