Bengkulu – Sebanyak 43.983 pelaku usaha di Provinsi Bengkulu telah memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total penyaluran mencapai Rp3,76 triliun. Data tersebut dicatat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan hingga 30 Oktober 2026.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu Zaid Burhan Ibrahim mengatakan, KUR menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha, mulai dari sektor mikro hingga usaha yang membutuhkan pembiayaan lebih besar.

Menurutnya, penyaluran KUR telah menjangkau berbagai sektor ekonomi, seperti perdagangan, pertanian, perkebunan, industri pengolahan, jasa kesehatan, kuliner, kehutanan, perikanan hingga transportasi.

Zaid mengimbau pemerintah kabupaten dan kota di Bengkulu aktif melakukan pendataan serta pemetaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah masing-masing. Data tersebut diharapkan dapat membantu perbankan memperluas penyaluran KUR sehingga pelaku usaha yang membutuhkan modal dapat mengakses program tersebut.

Berdasarkan wilayah, penyaluran KUR terbesar tercatat di Kabupaten Mukomuko sebesar Rp713,23 miliar kepada 6.535 debitur, disusul Kabupaten Bengkulu Utara Rp705,67 miliar kepada 7.557 debitur. Sementara itu, Kota Bengkulu mencatat penyaluran Rp548,16 miliar dengan 5.506 debitur.

Baca Juga:  Polri Distribusikan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Mauponggo NTT

Selanjutnya, Kabupaten Seluma menerima Rp427,77 miliar untuk 5.589 debitur, Bengkulu Selatan Rp383,91 miliar untuk 4.462 debitur, Rejang Lebong Rp260,70 miliar untuk 4.019 debitur, dan Bengkulu Tengah Rp255,98 miliar untuk 2.925 debitur.

Adapun penyaluran di Kabupaten Kaur mencapai Rp210,94 miliar dengan 2.971 debitur, Kepahiang Rp148,19 miliar dengan 2.292 debitur, serta Lebong Rp113,56 miliar dengan 2.127 debitur.

DJPb berharap pemanfaatan KUR dapat terus diperluas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kapasitas usaha, serta memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu.