Bengkulu – Universitas Bengkulu (Unib) menargetkan program pendidikan Apoteker bagi mahasiswa Farmasi tersebut ditargetkan dapat dibuka pada 2026 atau paling lambat 2027. Untuk itu Unib menyiapkan fasilitas apotek sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh izin operasional Program Studi Profesi Apoteker.
Rektor Unib, Prof. Indra Cahyadinata, mengatakan keberadaan apotek diperlukan untuk melengkapi fasilitas pendukung penyelenggaraan pendidikan profesi apoteker. Saat ini, Unib telah memiliki klinik, tetapi masih perlu menyiapkan apotek untuk memenuhi persyaratan perizinan.
“Kita sudah punya klinik, tetapi belum punya apotek. Untuk mendapatkan izin operasional profesi apoteker maka kita harus punya apotek,” kata Indra, Minggu 11/10/26.
Ia menjelaskan, usulan pembukaan Program Studi Profesi Apoteker saat ini masih dalam proses penilaian. Unib juga telah menjalani visitasi terkait pendirian apotek sebagai bagian dari upaya memenuhi persyaratan pembukaan program tersebut.
“Sekarang kita sedang mengusulkan untuk program studi profesi apoteker. Ini sedang dinilai. Kemarin kami baru saja divisitasi terkait dengan pendirian apotek,” ujarnya.
Indra berharap Program Studi Profesi Apoteker dapat segera dibuka sehingga lulusan pendidikan Farmasi Unib memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan profesi tanpa harus keluar dari Bengkulu. Kehadiran program ini juga diharapkan melengkapi jenjang pendidikan Farmasi yang telah tersedia di kampus tersebut.
Saat ini, Unib telah menyelenggarakan pendidikan D3 Farmasi dan S1 Farmasi sebagai jenjang awal bagi mahasiswa yang ingin berkarier sebagai apoteker. Dengan dibukanya program profesi, mahasiswa diharapkan dapat menempuh tahapan pendidikan lanjutan di perguruan tinggi yang sama.
Selain mempersiapkan Program Studi Profesi Apoteker, Unib juga tengah mengusulkan pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi. Usulan tersebut merupakan bagian dari penugasan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Unib menargetkan penyusunan proposal pembukaan Program Studi Kedokteran Gigi rampung pada Desember 2026. Setelah itu, proposal akan diajukan melalui LLDIKTI Wilayah II di Palembang untuk diproses lebih lanjut di tingkat kementerian.
Program Studi Kedokteran Gigi tersebut ditargetkan mulai menerima mahasiswa baru pada 2027. Upaya pembukaan kedua program studi ini menjadi bagian dari rencana Unib dalam memperluas pilihan pendidikan di bidang kesehatan sekaligus melengkapi jenjang pendidikan yang tersedia bagi calon tenaga profesional.

Berita Terbaru
Gaji 200 PPPK Pemprov Bengkulu Tertunggak Dua Bulan, Helmi Hasan Minta Penjelasan
379.081 Warga Bengkulu Manfaatkan Program MBG, Anggaran Tersalur Rp833,82 Miliar
Chikuro Buka Gerai ke-96 di Bencoolen Mall Bengkulu, Best Seller Dibanderol Rp39 Ribu
Senator Destita Salut! Daud Yordan Kalahkan Petinju Filipina Meski Sudah Jadi Anggota DPD RI
Buron Berbulan-bulan, Tersangka Dugaan Pemerkosaan Perempuan Disabilitas Ditangkap di Lampung
Senator Destita Dilantik Jadi Dewan Pertimbangan PP IAI Periode 2026–2030, Siap Dukung Kemajuan Apoteker Indonesia