Bengkulu – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat penerimaan pajak daerah sekaligus memperluas transaksi non-tunai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Salah satu inovasi yang disiapkan adalah QRISTO, yang memungkinkan pembayaran transaksi sekaligus pemisahan komponen pajak restoran dan hotel secara otomatis serta real-time.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan sistem tersebut memungkinkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memvalidasi komponen pajak sebelum transaksi diproses melalui mekanisme split payment.
Dengan dukungan teknologi blockchain, bagian pembayaran untuk pajak akan langsung dipisahkan dari nilai transaksi usaha dan disalurkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Menurut Wahyu, mekanisme tersebut dapat memangkas proses administrasi yang selama ini dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu hingga sekitar 40 hari. Digitalisasi juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada kepatuhan pelaku usaha dalam menghitung serta menyetorkan pajak.
Selain mempercepat penerimaan pajak, QRISTO memungkinkan pemerintah daerah memantau penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada hari yang sama. Sistem tersebut juga tidak membutuhkan pemasangan perangkat tambahan seperti tapping box dan dinilai dapat menyederhanakan proses audit.
BI Bengkulu menargetkan penerapan awal QRISTO pada pertengahan Oktober 2026 melalui proyek percontohan yang melibatkan sejumlah hotel, restoran, dan kafe di Kota Bengkulu.
Di sisi lain, BI Bengkulu juga memperluas digitalisasi transaksi bagi UMKM di kawasan wisata. Salah satu lokasinya adalah Pantai Panjang yang mulai didukung fasilitas pembayaran digital melalui QRIS.
Sebanyak enam unit gazebo telah dibangun BI Bengkulu di kawasan Pantai Panjang. Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari program Digitalisasi Pantai yang diarahkan untuk memperluas akses pembayaran QRIS bagi pedagang dan UMKM.
Wahyu menegaskan pembangunan gazebo bukan menjadi tujuan utama program, melainkan sarana untuk mendorong semakin banyak pelaku usaha di Pantai Panjang menggunakan transaksi digital.
BI Bengkulu juga membuka peluang membantu persoalan konektivitas internet di kawasan tersebut. Jika terdapat kendala jaringan, BI siap memfasilitasi penyediaan akses internet agar transaksi digital pedagang dan pengunjung dapat berlangsung lebih lancar.







