Bengkulu — Baznas Kota Bengkulu menyalurkan bantuan pemenuhan gizi kepada 157 anak yang teridentifikasi berisiko mengalami stunting. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan Baznas terhadap upaya Pemerintah Kota Bengkulu mempercepat penurunan angka stunting.
Ketua Baznas Kota Bengkulu Habib Abdurahman Alkaf mengatakan bantuan disalurkan secara berkelanjutan dengan menyasar keluarga yang memiliki anak berisiko stunting. Program tersebut dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu.
Bantuan yang diberikan berupa paket bahan pangan padat gizi, di antaranya telur, susu dan makanan bergizi lainnya. Asupan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak pada masa pertumbuhan.
“Pemberian bantuan untuk masyarakat risiko stunting terus kita lakukan. Ini adalah upaya kita membantu pemerintah dalam menekan angka stunting di Kota Bengkulu,” ujar Habib Abdurahman Alkaf, Selasa (22/9/2026).
Wakil Wali Kota Bengkulu sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bengkulu Ronny PL Tobing mengapresiasi dukungan Baznas dalam memperkuat intervensi gizi bagi anak berisiko stunting.
“Kami berharap bantuan tambahan makanan ini dapat secara signifikan meningkatkan asupan gizi anak-anak, sekaligus mengedukasi para orang tua dalam memperkenalkan variasi makanan pokok yang sehat kepada balita mereka,” tutur Ronny.
Pemkot Bengkulu selanjutnya melakukan pemantauan status gizi dan perkembangan berat badan balita secara berkala melalui posyandu dan puskesmas. Pemantauan dilakukan untuk memastikan intervensi yang diberikan dapat mendukung perbaikan kondisi gizi anak.







