Minggu, September 6, 2026
Beranda Berita LDII Ingatkan Kader Jurnalis Muda Bijak Bermedia Sosial

LDII Ingatkan Kader Jurnalis Muda Bijak Bermedia Sosial

0
3
Dewan Penasehat DPW LDII Provinsi Bengkulu, H. Hanafi Sutrisno, mengingatkan peserta Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar agar mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi tanpa mengabaikan etika dan akhlakul karimah.

Bengkulu — Dewan Penasehat DPW LDII Provinsi Bengkulu, H. Hanafi Sutrisno, mengingatkan peserta Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar agar mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi tanpa mengabaikan etika dan akhlakul karimah. Pesan tersebut disampaikan saat pelatihan di kantor baru DPW LDII Provinsi Bengkulu, Jumat (4/9/2026).

Pelatihan yang berlangsung 4–6 September 2026 itu menjadi wadah bagi peserta untuk mempelajari dasar-dasar jurnalistik sekaligus memahami tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan media sosial secara bijak di tengah perkembangan media digital.

Hanafi mengatakan kemajuan teknologi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh sekaligus menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kehati-hatian dan tanggung jawab agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan dampak negatif.

“Generasi penerus harus mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai meninggalkan akhlakul karimah. Dalam bermedia sosial, gunakanlah bahasa yang baik, sampaikan informasi yang benar, dan selalu menjaga etika serta menghormati orang lain,” ujarnya.

Ia juga meminta peserta tidak terburu-buru menyebarkan informasi sebelum mempertimbangkan kebenaran dan dampaknya. Menurutnya, sikap tersebut penting untuk mencegah munculnya fitnah, kesalahpahaman maupun kerugian bagi pihak lain.

Baca Juga:  Kapolres Aceh Tengah Sapa Warga Pengungsi di Kecamatan Ketol, Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Hanafi kemudian mengutip pepatah Jawa, “Ngono yo ngono, ning ojo ngono,” sebagai gambaran pentingnya memahami batas kepantasan dan etika dalam menyampaikan informasi. Ia menilai seorang jurnalis maupun pengguna media sosial tidak seharusnya hanya mengejar popularitas atau viralitas sebuah informasi.

“Jangan hanya mengejar bagaimana sebuah informasi menjadi viral. Yang lebih penting adalah bagaimana informasi tersebut memberikan manfaat dan tidak merugikan orang lain,” katanya.

Pelatihan diawali dengan sambutan Ketua DPW LDII Provinsi Bengkulu dan dilanjutkan materi Bijak Medsos yang disampaikan Ketua DPP LDII Bidang Komunikasi Informasi dan Media, Rulli Kuswahyudi. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembekalan mengenai keterampilan jurnalistik, dasar pemberitaan serta cara menyampaikan informasi secara akurat dan berintegritas.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Jurnalis Muda Berintegritas Untuk Menyebarkan Semangat Merah Putih.” Tema itu menempatkan integritas dan etika sebagai bagian penting dalam pembentukan kemampuan peserta di tengah pesatnya perkembangan media digital.

Hanafi menekankan bahwa kemampuan jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan keterampilan menulis dan menyebarkan berita. Ketelitian dalam memeriksa informasi, pemilihan bahasa, pemahaman konteks serta pertimbangan terhadap dampak publik juga menjadi bagian penting yang harus dimiliki jurnalis.

Baca Juga:  Jalan Urai–Ketahun Rusak Parah, Wagub Mian Minta BPJN Segera Perbaiki

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial secara bertanggung jawab. Kemampuan jurnalistik yang disertai etika diharapkan dapat mendorong lahirnya informasi yang akurat, bermanfaat dan tidak merugikan masyarakat.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]