Kamis, September 3, 2026
Beranda Berita Festival Syarafal Anam “Harmoni Tradisi dan Inovasi” 2026 Sukses Digelar

Festival Syarafal Anam “Harmoni Tradisi dan Inovasi” 2026 Sukses Digelar

0
58
Festival Syarafal Anam “Harmoni Tradisi dan Inovasi” 2026 yang diselenggarakan Sanggar Seni dan Tradisi Singaran Pati berlangsung sukses di Kota Bengkulu.

Bengkulu — Festival Syarafal Anam “Harmoni Tradisi dan Inovasi” 2026 yang diselenggarakan Sanggar Seni dan Tradisi Singaran Pati berlangsung sukses di Kota Bengkulu. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus upaya pelestarian seni tradisi Syarafal Anam yang merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat Bengkulu, khususnya masyarakat Suku Lembak.

Ketua Sanggar Seni dan Tradisi Singaran Pati, Dr. Muhammad Nikman Naser, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga festival dapat terlaksana.

“Alhamdulillah, Festival Syarafal Anam Harmoni Tradisi dan Inovasi 2026 dapat berjalan dengan sukses. Kami menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT serta terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan memberikan dukungan terhadap kegiatan ini,” ujar Muhammad Nikman Naser.

Menurutnya, festival tersebut dapat terselenggara melalui Program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Kemajuan Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, serta dukungan dari masyarakat dan para seniman Bengkulu.

Baca Juga:  Jika Berhasil Tata DDTS, Walikota Janjikan Camat Singaran Pati Naik Pangkat

Ia menilai dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisi agar tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi dapat terus hidup dan berkembang di tengah generasi muda.

“Sebagai warga Bengkulu, khususnya masyarakat Suku Lembak, tentunya kita harus bangga terhadap kebudayaan yang telah diwariskan oleh para leluhur. Kita juga harus terus berupaya mengangkat dan mengembangkan kebudayaan positif tersebut agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” katanya.

Muhammad Nikman juga berharap para pemangku kebijakan dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap berbagai kegiatan kebudayaan yang diinisiasi oleh masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga kebudayaan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Ia secara khusus berharap dukungan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat Suku Lembak di wilayah Jembatan Kecil, Panorama, dan Dusun Besar yang selama ini turut menjaga keberadaan tradisi Syarafal Anam.

Menurutnya, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak akan semakin memperkuat upaya masyarakat dalam mempertahankan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga:  Gelaran Budaya Nusantara Dorong Pengembangan Wisata Desa Kungkai Baru

“Harapannya, para pemangku kebijakan dapat terus mendukung dan tidak acuh terhadap kegiatan-kegiatan kebudayaan yang diinisiasi oleh masyarakat, khususnya masyarakat Suku Lembak di wilayah Jembatan Kecil, Panorama, dan Dusun Besar,” katanya.

Ia menambahkan, keberadaan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kebudayaan merupakan hal yang patut diapresiasi. Terlebih, ketika budaya lokal mampu diperkenalkan dan dikembangkan hingga ke tingkat regional maupun nasional.

“Kita harus berbangga ketika ada pemuda-pemuda yang mau mengangkat kebudayaan daerahnya hingga ke tingkat regional maupun nasional. Jika belum dapat membantu secara materil, setidaknya berikan semangat dan ruang kepada generasi muda untuk terus berkarya dan melestarikan budaya, khususnya Syarafal Anam,” ujar Muhammad Nikman.

Festival Syarafal Anam “Harmoni Tradisi dan Inovasi” 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan dalam menjaga, memperkenalkan, dan mengembangkan Syarafal Anam sebagai warisan budaya Bengkulu.

Melalui kolaborasi antara seniman, komunitas, masyarakat, generasi muda, pemerintah, dan berbagai pihak terkait, Syarafal Anam diharapkan dapat terus hidup dan berkembang serta memiliki ruang yang lebih luas untuk dikenal masyarakat Bengkulu, Indonesia, hingga dunia.

Baca Juga:  Siap-siap, Festival Syarafal Anam Digelar 28 Agustus 2026

[wpforms id="149" title="true" description="true"]