Kamis, September 3, 2026
Beranda Berita Sentra Dharma Guna Dampingi Dua Anak Rentan di Bengkulu

Sentra Dharma Guna Dampingi Dua Anak Rentan di Bengkulu

0
6
Sentra Dharma Guna Bengkulu merespons dua kasus anak yang membutuhkan penanganan berbeda pada Selasa (1/9/2026).

Bengkulu — Sentra Dharma Guna Bengkulu merespons dua kasus anak yang membutuhkan penanganan berbeda pada Selasa (1/9/2026). Pendampingan dilakukan melalui asesmen komprehensif dan pemberian bantuan sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Kepala Sentra Dharma Guna di Bengkulu Hari Setiadi mengatakan penanganan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Sosial dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak anak. Menurutnya, anak yang berada dalam situasi rentan membutuhkan dukungan agar dapat memperoleh layanan dan menjalani kehidupan secara layak.

Salah satu anak yang didampingi yakni Alfi Syahr, batita asal Kelurahan Sukamerindu, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Alfi mengalami kelainan jantung bawaan truncus arteriosus dan ASD (Atrial Septal Defect) serta masih membutuhkan pemeriksaan dan tindakan medis lanjutan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

Alfi sebelumnya telah menjalani operasi dan kini membutuhkan kontrol medis lanjutan. Sentra Dharma Guna memberikan bantuan berupa susu, biskuit, pampers, pakaian, handuk bayi, serta perlengkapan perawatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Selain bantuan kebutuhan dasar, Sentra Dharma Guna membantu keluarga mengakses layanan pengobatan lanjutan. Keluarga juga ditawarkan tempat tinggal sementara di sentra terdekat selama menjalani pengobatan di Jakarta.

Baca Juga:  Berbagi di Tengah Ujian, Bidpropam Polda Bengkulu Hadir Menguatkan Korban Kebakaran dan Anak Panti

Pada hari yang sama, Sentra Dharma Guna juga melakukan pendampingan terhadap KAD yang mengalami kekerasan di lingkungan keluarga. Hasil asesmen menunjukkan pengalaman tersebut berdampak pada kondisi psikologis anak, seperti munculnya kecemasan, ketakutan, dan rasa tidak nyaman saat mengingat kejadian yang dialaminya.

Hari Setiadi mengatakan kondisi KAD saat ini sudah lebih baik dan anak tersebut telah kembali bersekolah serta menjalankan aktivitas sehari-hari. KAD juga tinggal bersama ibu kandungnya dalam lingkungan yang lebih aman, namun pemantauan tetap dilakukan untuk mendukung proses pemulihan psikologis dan keberfungsian sosialnya.

“Penanganan anak tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan material, tetapi juga memastikan anak mendapatkan rasa aman, akses layanan, dan pendampingan sesuai kebutuhannya,” kata Hari. Ia menegaskan Sentra Dharma Guna akan terus melakukan pendampingan terhadap anak dan keluarga yang membutuhkan.

Menurut Hari, perlindungan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan pendampingan yang berkelanjutan. Setiap penanganan diarahkan agar anak memperoleh hak atas perlindungan, layanan yang dibutuhkan, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara layak.

Baca Juga:  Kawulo Alit Indonesia Dukung Presiden Prabowo Bersihkan Kabinet Merah Putih dari Korupsi

[wpforms id="149" title="true" description="true"]