Jumat, Agustus 28, 2026
Beranda Bisnis Dua Kapal Pertamina Sandar di Pelabuhan Pulau Baai, 7.500 Ton Pertalite Masuk...

Dua Kapal Pertamina Sandar di Pelabuhan Pulau Baai, 7.500 Ton Pertalite Masuk Bengkulu

0
5
(PIS) menyiapkan jalur alternatif, yakni melalui pelabuhan di wilayah Oman, India, hingga Amerika Serikat (AS), sebagai respons terhadap eskalasi konflik Iran-Israel.
PIS menyiapkan jalur alternatif, yakni melalui pelabuhan di wilayah Oman, India, hingga Amerika Serikat (AS), sebagai respons terhadap eskalasi konflik Iran-Israel.

Bengkulu — Dua kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik Pertamina berhasil sandar di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu pada 25 dan 26 Agustus 2026. Kedua kapal tersebut membawa total sekitar 7.500 ton Pertalite untuk memenuhi kebutuhan BBM di Bengkulu.

Kapal SPOB Gaharu Oleum 18 lebih dulu sandar pada Selasa, 25 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Kapal itu membawa sekitar 3.999 ton Pertalite yang selanjutnya dibongkar di Pelabuhan Pulau Baai.

Sehari kemudian, Rabu, 26 Agustus 2026, kapal SPOB Srikandi 512 ETB juga berhasil masuk dan sandar di pelabuhan. Kapal tersebut mengangkut sekitar 3.501 ton Pertalite.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu, Dr. Dimas Rizky Kusmayadi, S.H., M.H., M.Sc., mengatakan kelancaran dua kapal tersebut menunjukkan alur Pelabuhan Pulau Baai dapat mendukung aktivitas kapal pengangkut BBM. Pelindo, kata dia, terus menjaga kondisi alur agar pergerakan kapal dan kegiatan bongkar muat berjalan lancar.

“Di bulan kemerdekaan ini, kami terus menunjukkan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Bersandarnya SPOB Gaharu Oleum 18 dengan lancar menjadi bukti bahwa upaya menjaga alur Pelabuhan Pulau Baai terus dilakukan secara serius,” kata Dimas.

Baca Juga:  Pegadaian Sabet The Asset Triple A 2026, Dorong Inklusi Keuangan & MengEMASkan Indonesia

Alur Pelabuhan Pulau Baai sebelumnya mengalami persoalan sedimentasi dan kedangkalan. Setelah pengerukan pada Juli 2025, kedalaman alur mencapai 6,5 meter LWS dan kondisi tersebut terus dipantau untuk mendukung aktivitas pelayaran.

Menurut Dimas, keberadaan kapal pengangkut BBM memiliki arti penting karena berkaitan langsung dengan pasokan energi untuk masyarakat. Kelancaran kapal masuk, sandar, dan bongkar muat menjadi bagian dari rantai distribusi BBM di Bengkulu.

“Pelindo memahami bahwa kelancaran pelabuhan memiliki dampak langsung terhadap distribusi kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami berupaya memastikan pelayanan kapal maupun kegiatan bongkar muat dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pelindo Regional 2 Bengkulu juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga keandalan alur pelayaran. Pemantauan dilakukan agar kapal yang membawa komoditas strategis, termasuk BBM, dapat keluar dan masuk pelabuhan tanpa hambatan.

Dimas menegaskan Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran penting bagi distribusi logistik dan aktivitas ekonomi Bengkulu. Karena itu, keberlanjutan pelayanan dan kondisi alur menjadi perhatian Pelindo.

“Target kami adalah bagaimana Pelabuhan Pulau Baai dapat terus memberikan pelayanan yang optimal. Pelabuhan ini memiliki peran strategis bagi perekonomian Bengkulu, sehingga kelancaran aktivitas kapal harus terus kita jaga bersama,” kata Dimas.

Baca Juga:  Bank Bengkulu Gelar RUPS 2024, Laporkan Pertumbuhan Kinerja dan Transformasi Digital

Masuknya dua kapal dengan total 7.500 ton Pertalite tersebut menjadi tambahan pasokan BBM melalui Pelabuhan Pulau Baai. Kelancaran aktivitas ini sekaligus menunjukkan pentingnya keberadaan alur pelayaran yang dapat mendukung distribusi energi ke Bengkulu.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]