Jumat, Agustus 21, 2026
Beranda Destita Khairilisani Senator Destita Apresiasi Ruang Tamu Virtual BPOM Bengkulu, Dari Jauh Masyarakat Bisa...

Senator Destita Apresiasi Ruang Tamu Virtual BPOM Bengkulu, Dari Jauh Masyarakat Bisa Adukan Temuan

0
6
Anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mengapresiasi inovasi Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu melalui layanan Ruang Tamu Virtual.

Bengkulu — Anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mengapresiasi inovasi Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu melalui layanan Ruang Tamu Virtual. Layanan berbasis Zoom tersebut dinilai mampu memangkas kendala jarak dan memudahkan masyarakat maupun pelaku UMKM memperoleh informasi serta konsultasi secara langsung.

Senator Destita menilai digitalisasi pelayanan publik seperti ini penting untuk memastikan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu mendapatkan akses layanan yang setara. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya harus datang ke kantor BPOM hanya untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan terkait obat, makanan, dan kosmetik.

“Ini terobosan yang sangat baik karena masyarakat dan pelaku UMKM dari berbagai daerah bisa terhubung langsung dengan petugas tanpa harus datang ke kantor BPOM,” ujar Apoteker Lulusan UniversitasIndonesia itu.

Ia mengatakan layanan virtual tersebut juga dapat membantu pelaku UMKM yang membutuhkan konsultasi mengenai keamanan produk, pengujian makanan, hingga proses sertifikasi dan perizinan edar. Kemudahan akses tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha memenuhi standar keamanan dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  BPOM dan Pemda Bengkulu Tengah Kolaborasi Perkuat Program Keamanan Pangan

Anggota Komite IV itu berharap inovasi tersebut terus dikembangkan dan disosialisasikan hingga ke daerah yang sulit menjangkau kantor BPOM. Menurutnya, layanan yang cepat, transparan, dan mudah diakses akan semakin memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus membantu UMKM Bengkulu menghasilkan produk obat, makanan, dan kosmetik yang aman serta memenuhi ketentuan.

Ketua Tim Infokom BPOM Bengkulu, Alex Junico Ginting, S.Farm., Apt., M.Sc., menjelaskan masyarakat dapat mengakses Ruang Tamu Virtual dengan memindai barcode yang tersedia melalui Instagram BPOM Bengkulu maupun sejumlah lokasi pelayanan publik. Barcode tersebut antara lain tersedia di Mal Pelayanan Publik (MPP) Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, dan Kaur serta sejumlah kelurahan di Kota Bengkulu.

“Sekarang masyarakat tidak perlu datang langsung ke BPOM. Cukup scan barcode yang tersedia, kemudian akan terhubung dengan petugas di ruang tamu virtual untuk melakukan konsultasi maupun pengaduan terkait obat dan makanan,” kata Alex, Kamis (20/8/2026).

Layanan tersebut mencakup permintaan informasi dan pengaduan obat serta makanan, pengujian makanan, konsultasi sertifikasi bagi pelaku usaha, hingga kebutuhan surat keterangan ekspor dan impor. Masyarakat juga dapat melaporkan produk yang diduga tidak memenuhi syarat, termasuk produk rusak, kedaluwarsa, atau ilegal.

Baca Juga:  Antisipasi Pangan TMK-TIE saat Ramadan, BPOM Bengkulu Gelar Intensifikasi Pengawasan

Untuk mengakses layanan, masyarakat cukup menggunakan telepon seluler yang memiliki fitur pemindai barcode dan aplikasi Zoom. Setelah terhubung, pengguna dapat berkomunikasi langsung dengan petugas BPOM untuk menyampaikan kebutuhan informasi, konsultasi, maupun pengaduan.

Alex menjelaskan lama penanganan pengaduan disesuaikan dengan klasifikasi dan tingkat permasalahan. Pengaduan yang dapat dijawab secara langsung akan ditindaklanjuti saat itu juga, sedangkan laporan yang membutuhkan pemeriksaan atau investigasi lapangan dapat memerlukan waktu maksimal 50 hari kerja dan perkembangannya akan disampaikan kepada pelapor.

Hingga Agustus 2026, pemanfaatan Ruang Tamu Virtual untuk layanan informasi dan pengaduan BPOM Bengkulu tercatat mencapai 22 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada 18 persen, menunjukkan penggunaan layanan digital mulai semakin diminati masyarakat.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]