Selasa, Agustus 18, 2026
Beranda Berita Pemprov Bengkulu Apresiasi BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Program Penerima Manfaat Mandiri Ekonomi

Pemprov Bengkulu Apresiasi BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan Program Penerima Manfaat Mandiri Ekonomi

0
9

Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengapresiasi Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) yang dinilai mampu memperkuat perlindungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, saat mengikuti kegiatan PEKA di Aula Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Selasa (18/8/2026).

Khairil mengatakan program PEKA menjadi langkah nyata dalam memberikan manfaat perlindungan sosial ketenagakerjaan yang tidak hanya menghadirkan rasa aman bagi pekerja. Program tersebut juga diharapkan mampu membantu penerima manfaat mengembangkan potensi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pemprov Bengkulu, kata Khairil, menyambut baik berbagai program yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan sekaligus pemberdayaan kepada masyarakat pekerja. Menurutnya, dukungan tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal agar memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

“Kita berharap para penerima manfaat dapat memanfaatkan dukungan yang diberikan secara optimal untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, serta menciptakan peluang ekonomi baru,” ujar Khairil.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, menyampaikan perkembangan positif tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Bengkulu. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang baru dirilis, capaian Bengkulu berada di atas rata-rata nasional.

Baca Juga:  Menkomdigi Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza

“Tingkat literasi keuangan masyarakat Provinsi Bengkulu tahun 2026 mencapai 72,36 persen atau melampaui rata-rata nasional sebesar 69,57 persen. Begitu pula dengan tingkat inklusi keuangan kita yang mencapai 93,88 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 93,61 persen,” ujar Ayu.

Menurut Ayu, capaian tersebut mencerminkan semakin baiknya pemahaman masyarakat Bengkulu terhadap produk dan layanan keuangan sekaligus meningkatnya akses terhadap layanan keuangan. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk Program PEKA.

Melalui sinergi pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, OJK, dan berbagai pihak terkait, Program PEKA diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan. Program tersebut diharapkan mampu mendorong penerima manfaat mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]