BENGKULU – Universitas Dehasen (Unived) Bengkulu menggelar International Hybrid Conference bertema “Tourism, Entrepreneurship and Event: Kolaborasi Membangun Industri Kreatif Masa Depan” pada Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini menjadi forum yang mempertemukan akademisi, praktisi, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum untuk berdiskusi mengenai pengembangan sektor pariwisata, kewirausahaan, serta industri kreatif di Provinsi Bengkulu.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Universitas Dehasen Bengkulu juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Polresta Bengkulu dan sejumlah pemerintah daerah. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Dehasen Bengkulu, Maryaningsih, mengatakan konferensi internasional tersebut menjadi sarana untuk memperluas jaringan kemitraan sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan antar berbagai sektor.
“Konferensi ini kami rancang sebagai wadah bagi akademisi, birokrat pemerintah, dan praktisi untuk berbagi gagasan serta pengalaman dalam membangun ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan,” ujar Maryaningsih.
Ia berharap kerja sama yang telah disepakati melalui MoU dapat ditindaklanjuti dengan berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada seremoni penandatanganan MoU, tetapi diwujudkan melalui program-program konkret yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat menyambut baik kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kepolisian dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing sehingga perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Polresta Bengkulu siap mendukung berbagai program edukatif yang berorientasi pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” ujar Rahmad Hidayat.
Ia menambahkan, sinergi dengan kalangan akademisi juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan literasi hukum masyarakat sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Kota Bengkulu agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.







