Jumat, Mei 22, 2026
Beranda Bisnis Harga Sawit di Mukomuko Turun hingga Rp300/Kg, Petani Mengaku Kelimpungan

Harga Sawit di Mukomuko Turun hingga Rp300/Kg, Petani Mengaku Kelimpungan

0
10
Penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mulai dirasakan petani di berbagai daerah usai pengumuman Presiden Prabowo Subianto terkait pembentukan BUMN ekspor komoditas strategis.

Bengkulu – Penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mulai dirasakan petani di berbagai daerah usai pengumuman Presiden Prabowo Subianto terkait pembentukan BUMN ekspor komoditas strategis. Sejumlah petani sawit mengaku kelimpungan setelah banyak pabrik pengolahan sawit memangkas harga pembelian TBS hanya sehari setelah pengumuman tersebut.

Informasi penurunan harga itu ramai dibagikan di grup WhatsApp petani sawit dari berbagai wilayah sentra perkebunan seperti Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi. Di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, beberapa perusahaan pengolahan sawit juga mengumumkan penurunan harga pembelian TBS mulai Kamis, 21 Mei 2026.

Supplier TBS PT Sapta SJA yang berlokasi di Desa Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko, mengumumkan penurunan harga sebesar Rp250 per kilogram. Harga TBS yang sebelumnya berlaku dipangkas menjadi Rp2.490 per kilogram.

Dalam pengumumannya, manajemen perusahaan juga meminta petani membawa TBS dengan kualitas baik dan tidak menerima buah dengan berat janjang rata-rata di bawah 5 kilogram, buah busuk, mentah, hasil siraman air maupun tandan dengan tangkai panjang.

Baca Juga:  BEI Gelar Penghargaan GI BEI 2025

Sementara itu, PT Muara Sawit Lestari (MSL-L) wilayah Mukomuko melalui CV Gading Makmur juga mengumumkan penurunan harga TBS sebesar Rp300 per kilogram. Mulai Kamis, harga TBS ditetapkan menjadi Rp2.580 per kilogram dan harga berondolan juga mengalami penurunan dengan nominal yang sama.

Dalam pemberitahuan tersebut, perusahaan meminta petani menghindari pengiriman TBS mentah, abnormal, tangkai panjang, brondolan busuk hingga buah hasil curian atau yang berasal dari kawasan hutan lindung. Perusahaan juga meminta dukungan tonase dari para supplier di tengah kondisi pasar yang sedang bergejolak.

Turunnya harga sawit secara mendadak ini memicu kekhawatiran di kalangan petani. Petani Mukomuko, Edy Masyhuri mengaku petani swadaya sangat bergantung pada hasil penjualan harian TBS. Mereka berharap pemerintah segera memberikan penjelasan terkait dampak kebijakan ekspor komoditas strategis terhadap stabilitas harga sawit di tingkat petani.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]