Sabtu, April 4, 2026
Beranda Berita BMKG Deteksi 30 Titik Panas di Bengkulu, Mukomuko dan Bengkulu Utara Tertinggi

BMKG Deteksi 30 Titik Panas di Bengkulu, Mukomuko dan Bengkulu Utara Tertinggi

0
5

Bengkulu – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat di Provinsi Bengkulu pada awal April 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sedikitnya 30 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah.

Kondisi cuaca panas disertai minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor yang memicu munculnya titik panas tersebut. Area perkebunan kering dan hutan produksi menjadi lokasi yang paling rentan terhadap potensi kebakaran.

Berdasarkan pemantauan citra satelit, sebaran titik panas paling banyak ditemukan di wilayah utara provinsi. Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara mencatat jumlah tertinggi dengan masing-masing 12 titik panas.

Sementara itu, tiga daerah lain yang juga terdeteksi hotspot adalah Kabupaten Kaur, Lebong, dan Seluma dengan masing-masing dua titik panas.

Kepala Stasiun BMKG Bengkulu, Tri Widiarto, mengatakan kemunculan titik panas tersebut harus menjadi peringatan dini bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurutnya, kondisi lahan yang kering membuat vegetasi, serasah, hingga lahan gambut sangat mudah terbakar. Karena itu masyarakat, khususnya pemilik lahan perkebunan, diminta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Baca Juga:  BMKG dan BPBD Bengkulu Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem

Tri juga mengingatkan masyarakat agar menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah di ruang terbuka maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan yang memiliki vegetasi kering.

Ia menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam mengantisipasi karhutla. Selain merusak lingkungan, kebakaran hutan juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.

BMKG pun mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pengawasan di wilayah yang rawan kebakaran, terutama di daerah dengan konsentrasi titik panas yang cukup tinggi.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]