Bengkulu – Menjelang bulan suci Ramadan, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu diingatkan agar tidak lalai menjalankan peran sebagai orang tua asuh bagi anak-anak yatim melalui program Gerakan Peduli Yatim (GPY).
Harry menyampaikan, Ramadan merupakan momentum istimewa untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang menjadi binaan para pejabat.
“Program pemerintah kota adalah membahagiakan anak yatim melalui Gerakan Peduli Yatim (GPY). Tentu pada momen Ramadan nanti banyak cara untuk membahagiakan mereka. Keceriaan para anak yatim ini mudah-mudahan bisa menjadi berkah bagi kita semua,” ujar Harry, Selasa (17/2).
Menurutnya, bentuk perhatian kepada anak asuh tidak semata-mata berupa bantuan materi atau uang saku. Kepedulian bisa diwujudkan melalui kunjungan, menanyakan kabar, hingga membelikan kebutuhan lebaran.
“Membahagiakan mereka tak semata-mata uang saku saja, tetapi bisa dengan berkunjung menanyakan kabar, atau membelikan baju untuk lebaran. Masih banyak cara lain untuk menghadirkan senyum di wajah mereka,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Dedy Wahyudi bersama Wakil Wali Kota Ronny mengajak seluruh pejabat eselon II, III, IV, serta jajaran Pemkot untuk konsisten dalam berbuat kebaikan.
Prinsip fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan, lanjutnya, harus terus dijunjung tinggi. Salah satunya dengan memastikan anak-anak yatim asuhan tetap mendapat perhatian, terlebih di bulan yang penuh berkah.
“Menyantuni dan mengurusi anak yatim adalah ladang pahala. Apabila dijalankan dengan ikhlas, insya Allah Rasulullah SAW menjamin orang yang menjadi kafil (penanggung) anak yatim akan bersama beliau di surga nanti,” tuturnya.
Hal tersebut sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa kedudukan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan jari telunjuk dan jari tengah yang saling berdekatan.
Menutup pernyataannya, Harry berpesan agar seluruh pejabat dan jajaran Pemkot Bengkulu terus mengambil peran dalam menyebarkan kebaikan serta menghadirkan kebahagiaan nyata di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak yatim di Kota Bengkulu.


