Bengkulu – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Noor Achmad, mengajak para pengusaha di Provinsi Bengkulu untuk menunaikan zakat perusahaan melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat negara. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Zakat Perusahaan yang digelar di Balai Semarak Bengkulu, Jumat (13/02).
Kegiatan ini dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu Khairil Anwar, para Kepala OPD, unsur Forkopimda, serta para pengusaha di Bengkulu. Turut hadir Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu H. Romli bin Ronan, Lc., M.H., Wakil Ketua II Drs. Syubli, M.Ag., Wakil Ketua III/IV Meriyani, S.IKom., M.H., serta para pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu.
Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Pimpinan BAZNAS RI Dr. Rizaludin Kurniawan, M.Si., didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, dan Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu. Dalam paparannya, zakat perusahaan dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua BAZNAS Provinsi Bengkulu dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan zakat di Bengkulu telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di antaranya pemberian beasiswa kepada 450 mahasiswa, bantuan modal usaha kecil senilai Rp1 miliar tanpa agunan, serta bantuan sebesar Rp1 miliar bagi masyarakat Pulau Enggano. Hingga saat ini, sebanyak 22 perusahaan telah menandatangani nota kesepahaman untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu yang diwakili oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa BAZNAS memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya di tengah keterbatasan fiskal. Ia menyebutkan, penghimpunan zakat dari ASN yang sebelumnya sekitar Rp300 juta per bulan kini meningkat signifikan hingga mendekati Rp1 miliar per bulan.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak perusahaan di Bengkulu yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, sehingga potensi zakat dapat dioptimalkan sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


