Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu mulai mematangkan persiapan pasar takjil menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Dua lokasi strategis disiapkan sebagai sentra kuliner Ramadan, yakni kawasan Belungguk Point dan pasar kuliner Jalan KZ Abidin II.
Kedua lokasi tersebut akan difungsikan untuk menampung aktivitas pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama Ramadan. Penetapan lokasi dilakukan guna memastikan penataan pedagang berjalan tertib serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kota Bengkulu, Alex Periansyah, mengatakan penentuan lokasi pasar takjil merupakan hasil koordinasi lintas sektor yang melibatkan camat dan lurah setempat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan camat dan lurah. Salah satu alternatif yang disiapkan adalah di Belungguk Point, dan satu lagi di kawasan kuliner Jalan KZ Abidin II,” ujar Alex, Minggu (8/2/2026).
Menurutnya, kehadiran pasar takjil tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan, tetapi juga sebagai upaya pemerintah daerah dalam mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM dan koperasi.
“Konsepnya tetap berbasis UMKM dan koperasi. Nantinya pengisian lapak akan melibatkan kerja sama dengan camat dan kelurahan setempat,” jelasnya.
Alex menambahkan, keterlibatan pemerintah kecamatan dan kelurahan menjadi kunci agar pelaksanaan pasar takjil berjalan tertib, terorganisir, dan memberikan manfaat optimal bagi pedagang maupun pengunjung.
“Kemungkinan besar ada dua lokasi. Kita ingin semuanya tertata, sehingga pedagang nyaman berjualan dan masyarakat juga nyaman berbelanja,” tambahnya.
Dengan persiapan sejak dini, Pemkot Bengkulu berharap pasar takjil Ramadan tahun ini mampu menjadi penggerak ekonomi musiman yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan UMKM serta memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di Kota Bengkulu.


