Bengkulu — Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bengkulu untuk terus memperbaiki pengelolaan kebersihan kota, khususnya sektor pengangkutan sampah, melalui evaluasi menyeluruh dan komunikasi langsung dengan para driver pengangkut sampah.
Dedy mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelayanan pemerintah, termasuk dalam sistem kebersihan kota. Ia menyebut hal tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja ke depan agar Kota Bengkulu menjadi lebih bersih dan tertata.
“Tidak ada yang sempurna, termasuk pemerintah. Yang sudah terjadi kita jadikan evaluasi, dan ke depan kita terus berbenah agar pengelolaan kebersihan kota berjalan lebih baik,” ujarnya.
Selain soal kebersihan, Dedy juga menegaskan tidak ada niat untuk mengkriminalisasi warga, termasuk para driver pengangkut sampah. Ia memastikan bahwa laporan hukum yang sempat dibuat telah dicabut oleh tim hukum Pemerintah Kota Bengkulu.
“Tidak pernah ada niat mengkriminalisasi warga. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang harus dilindungi. Laporan tersebut sudah dicabut,” tegasnya.
Dedy menjelaskan, pelaporan itu dilakukan saat dirinya berada di luar daerah dan merupakan inisiatif tim hukum untuk menjaga marwah pemerintah daerah. Namun sejak awal, ia telah berkomitmen agar persoalan tersebut diselesaikan secara dialog dan kekeluargaan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini pelayanan pemerintah belum berjalan optimal, serta menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan demi kepentingan masyarakat Kota Bengkulu.


