Bengkulu — Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata (Dispar) resmi meluncurkan Kalender Event Pariwisata 2026. Peluncuran ini bertujuan menjaga keberlanjutan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar berjalan sepanjang tahun.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, mengatakan tahun 2026 menjadi momentum penguatan pengelolaan pariwisata yang lebih terencana dan berkelanjutan. Dengan kalender event yang tersusun rapi, wisatawan diharapkan dapat merencanakan kunjungan lebih awal.
“Kami tidak ingin pariwisata hanya bersifat musiman. Melalui kalender event ini, kunjungan wisata dapat terdistribusi sepanjang tahun dan berdampak langsung pada perekonomian pelaku UMKM,” ujar Nina, Rabu (22/1/2026).
Rangkaian kegiatan pariwisata akan dimulai pada Februari dan berlangsung hingga akhir tahun 2026. Sejumlah agenda utama yang telah disiapkan antara lain:
Februari: Event religi menyambut bulan suci.
Maret (HUT Kota Bengkulu): Karnaval Batik Internasional, Car Free Day, serta Pemilihan Bujang dan Gadis Bengkulu.
April: Festival Pantai Panjang.
Mei: Musyawarah Daerah Pariwisata Sub-Sumatra.
Juni: Pameran UMKM dan pertemuan komunitas.
Juli (Festival Budaya): Tari Kreasi, Syarapal Anam, dan Festival Yo Botoi-botoi.
Agustus: Festival Tak-Tak Dundung dan rencana Festival Musik Internasional.
September: Elok-elok Puke, lomba melukis, dan kompetisi konten kreator.
November: Lomba Tamiya.
Nina menegaskan, kalender event ini tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga dirancang sebagai penggerak ekonomi daerah. Setiap kegiatan diharapkan melibatkan seniman, komunitas, serta pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
“Target kami adalah pertumbuhan pariwisata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Wisatawan mendapatkan pengalaman, sementara pelaku usaha memperoleh peningkatan pendapatan,” tutupnya.
Dengan beragam agenda tersebut, Kota Bengkulu diharapkan menjadi salah satu destinasi unggulan pada tahun 2026.


