back to top
Senin, Februari 2, 2026
BerandaBeritaMungkinkah Perang Dunia 3 Akan Terjadi? Ini Kata Prof. Suzie

Mungkinkah Perang Dunia 3 Akan Terjadi? Ini Kata Prof. Suzie

Jakarta – Skenario Perang Dunia ke-3 (PD 3) makin kerap mengemuka, seiring dengan ketegangan antarnegara yang banyak terjadi, baik di Eropa, Amerika, maupun Timur Tengah. Sebut saja Israel dengan Iran, Ukraina dengan Rusia, dan tekanan politik dan ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat ke sejumlah negara.

Menurut Ketua Pusat Studi Amerika Universitas Indonesia, Prof. Suzie Sri Suparin Sudarman, situasi masih rawan karena ada faktor agama dan ideologi.

Ia mengatakan, jika situs suci seperti Masjid Al Aqsa di Yerusalem terancam atau dihancurkan, bisa memicu kemarahan umat Islam yang tidak bisa diselesaikan lewat diplomasi minyak maupun politik.

Suzie juga menyebut bahwa tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, mendukung Zionis. Hal itu menunjukkan politik di negara Amerika Latin itu terkait dengan geopolitik Timur Tengah.

“Masjid Al Aqsa di Palestina gimana? Dihancurkan atau enggak? Nah si Machado itu juga pro-zionis,” ujarnya kepada Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu, 14 Januari 2026.

Kendati demikian, Suzy menjelaskan teori alternatif soal kemungkinan tukar-guling antara AS dengan Cina.

Baca Juga:  Kapolda Bengkulu Hadiri Penganugerahan Gelar Adat HUT ke-57 Provinsi Bengkulu

“Kita lihat memang saat ini Cina merasa dirugikan karena minyak Venezuela yang seharusnya mereka dapat, dipotong oleh Amerika. Jadi Cina menimbang juga, lebih rugi mana antara tidak dapat minyaknya Venezuela, atau tidak mengambil Taiwan?,” kata Suzie.

Seperti diketahui, AS membutuhkan chip yang diproduksi Taiwan. Adapun Taiwan adalah produsen microchips tercanggih di dunia, lewat perusahaan mereka, TSMC, yang menguasai sebagian besar pasar komponen tersebut.

Jika Cina mengambil alih Taiwan, maka negeri ini akan menguasai teknologi dunia. Yang tentu saja, tak bakal dibiarkan terjadi oleh AS.

“Kalau Cina ambil Taiwan, dia akan dapat semua chipnya. Tapi kan Amerika nggak mungkin setuju, karena kebutuhan mereka akan chip itu vital,” ujar Suzie.

Namun, kesepakatan di balik layar bisa saja memunculkan skenario lain: Amerika membiarkan Cina mengambil Taiwan, asalkan tidak menyentuh Venezuela yang kaya akan minyak. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

- Advertisment -

[wpforms id="149" title="true" description="true"]