Bengkulu Selatan — Wakil Bupati Bengkulu Selatan, Yevri Sudianto, menyampaikan duka cita mendalam atas insiden kekerasan bersenjata yang menimpa para petani di Kecamatan Pino Raya pada Senin siang (24/11/2025). Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat prihatin dan berkomitmen memberikan pendampingan terbaik bagi para korban.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Selaku Pemerintah Daerah ataupun secara pribadi, kami sangat prihatin. Insya Allah, kami akan memberikan bantuan yang terbaik untuk para korban. Kepada pihak keluarga, kami berharap agar tetap sabar menghadapi ujian ini,” ujar Wabup Yevri.
Wabup juga meminta aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah cepat. “Kami meminta kepada kawan-kawan APH agar segera menindaklanjuti dan mencari titik terang. Keamanan di lokasi kejadian juga perlu diperketat supaya permasalahan ini tidak melebar dan tidak terjadi hal-hal lain yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Kronologi Penembakan: Empat Petani Tertembak, Satu Luka Berat
Ketegangan antara petani Pino Raya dan pihak PT Agro Bengkulu Selatan (PT ABS) mencapai puncaknya ketika terjadi tindakan kekerasan bersenjata yang menyebabkan beberapa warga luka tembak. Peristiwa itu terekam dalam video warga dan memicu gelombang protes masyarakat.
Insiden bermula sekitar pukul 10.00 WIB, ketika petani mendapati alat berat bulldozer milik PT ABS kembali masuk ke area garapan warga dan merusak tanaman untuk ketiga kalinya. Teguran petani tak digubris, sehingga suasana memanas.
Pada pukul 10.45 WIB, keributan pecah setelah perusahaan bersikeras melanjutkan aktivitas. Ketegangan terus meningkat hingga massa petani mengepung lokasi sekitar pukul 12.00 WIB.
Ketegangan berubah menjadi tragedi pada pukul 12.45 WIB, ketika seorang petugas keamanan perusahaan bernama Ricky melepaskan tembakan yang mengenai petani bernama Buyung tepat di bagian dada. Kepanikan warga tidak membuat pelaku menghentikan aksinya. Ia justru melarikan diri sambil melepaskan tembakan secara membabi buta, sehingga melukai empat petani lainnya:
Linsurman — luka tembak di lutut
Edi Hermanto — luka tembak di paha
Santo — luka tembak di rusuk bawah ketiak
Suhardin — luka tembak di betis.
Sekitar pukul 13.00 WIB, warga berusaha mengejar pelaku sembari mengevakuasi korban. Beberapa warga berhasil mengamankan lokasi dan senjata api yang digunakan pelaku, sementara lainnya membawa korban ke rumah sakit pada pukul 13.15 WIB.
Rekaman video yang beredar menunjukkan kepanikan warga, teriakan meminta pertolongan, serta evakuasi korban dalam kondisi mengenaskan.
Hingga kini, masyarakat Pino Raya maupun pengurus Wilayah KAMMI Bengkulu menuntut penegakan hukum tegas terhadap pelaku dan meminta pemerintah daerah serta kepolisian mengusut tuntas dugaan penggunaan senjata api ilegal dalam konflik agraria tersebut.
Warga menegaskan bahwa tindakan kekerasan bersenjata terhadap petani tidak dapat dibenarkan dan mencerminkan kegagalan penyelesaian konflik lahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Pemerintah daerah berjanji akan memantau proses hukum dan memastikan para korban mendapat penanganan medis serta pendampingan yang diperlukan.







