Kamis, Maret 19, 2026
Beranda Bengkulu 335 Kosakata Bahasa Bengkulu Dialek Pasemah Masuk KBBI

335 Kosakata Bahasa Bengkulu Dialek Pasemah Masuk KBBI

0
72

Bengkulu – Sebanyak 335 kosakata bahasa Bengkulu dialek Pasemah dinyatakan berpotensi masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Penetapan ini merupakan hasil kegiatan inventarisasi bahasa daerah yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Bengkulu bersama para mitra kebahasaan.

Kegiatan inventarisasi menjadi langkah strategis dalam upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus pengayaan kosakata bahasa Indonesia. Bahasa Pasemah—sering disebut juga Pasmah—selain berfungsi sebagai alat komunikasi, juga menyimpan nilai kearifan lokal, sejarah, serta identitas kolektif masyarakatnya.

Inventarisasi dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan, mulai dari penentuan wilayah penutur asli, pengumpulan data melalui wawancara dan diskusi dengan tokoh adat serta budayawan, hingga dokumentasi berupa catatan, rekaman audio, dan video. Dari kegiatan ini, berhasil dihimpun 1.134 kosakata, jauh melampaui target awal sebanyak 700 kosakata.

Kosakata hasil inventarisasi kemudian dibahas dalam lokakarya bersama ahli bahasa, widyabasa, Duta Bahasa, dosen, guru, serta masyarakat penutur. Seluruh kosakata diklasifikasikan ke dalam kategori semantik seperti nama benda, binatang, tumbuhan, kegiatan, hingga istilah khas yang sarat makna budaya. Proses verifikasi dilakukan dengan melibatkan pakar dan penutur jati agar hasilnya valid secara ilmiah.

Tahap selanjutnya, daftar kosakata dibawa ke Sidang Komisi Bahasa Daerah (SKBD) yang digelar pada 29 September–1 Oktober 2025 di Hotel Xtra Bengkulu. Sidang yang diikuti 20 peserta dari unsur kebahasaan serta tim pembahas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tersebut memutuskan sebanyak 335 kosakata layak masuk KBBI. Sementara sisanya akan disusun menjadi kamus dwibahasa daerah–Indonesia pada tahun mendatang.

Ketua Tim Pengembangan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, M. Yusuf, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen nyata dalam menjaga bahasa daerah.

“Upaya ini penting untuk memastikan bahasa daerah tetap hidup, berkembang, dan dapat diwariskan kepada generasi muda, termasuk melalui pengembangan kamus digital dan aplikasi pembelajaran berbasis teknologi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kesadaran bersama bahwa bahasa daerah merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa, yang patut dijaga, dilestarikan, dan dibanggakan.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]