Bengkulu – Dalam rangka pelaksanaan Program Quick Wins Kapolri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”, Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol. Prianto Teguh Nugroho, S.I.K., M.H., CPM., CPLA., menggelar kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat bersama Karang Taruna, Juru Parkir dan Buruh Pasar dalam rangka mendukung Harkamtibmas.

Kegiatan santai yang dikemas dengan konsep “duduk ngopi bersama” tersebut berlangsung di Ngopi.id, Jalan Suka Ramai, Kota Bengkulu.

Suasana penuh keakraban, Wakapolda Bengkulu membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat untuk menerima keluhan, pertanyaan, dan aspirasi terkait situasi Kamtibmas.

Dalam himbauannya, Wakapolda menyoroti dua ancaman serius yang kini marak di tengah masyarakat, yakni bahayanya narkoba dan judi online (Judol).

Ia mengingatkan masyarakat, khususnya pembina Karang Taruna, juru parkir, dan buruh pasar, untuk menjauhi narkotika. Saat ini tren penyalahgunaan narkoba semakin mengkhawatirkan.

“Trending sekarang narkotika dicampur di vape. Ini sangat berbahaya. Dan juga bahayanya Judol terhadap kehidupan, sudah banyak keluarga hancur karena Judol,” tegas Wakapolda Bengkulu.

Wakapolda juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial.

“Menggunakan Medsos jangan sampai terpancing, medsos tidak ada batasan. Jangan mudah terprovokasi,” ujar dia.

Baca Juga:  Kapolda Bengkulu Tinjau Keberangkatan Kapal Mudik ke Enggano

Selain itu, Wakapolda menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan tindak kejahatan. Ia meminta masyarakat tidak ragu menghubungi layanan 110 kepolisian.

“Apabila menemukan kejadian kejahatan atau Curanmor bisa menghubungi Call Center 110. Jangan melakukan prank call, karena data penelpon muncul di layar komputer. Jadi jangan membuat laporan palsu,” ujar Brigjen Pol. Prianto.

Kegiatan semakin dekat dengan masyarakat saat Wakapolda membuka sesi tanya jawab dan menerima keluh kesah di masyarakat. Sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan keresahan mereka.

Puja, Ketua Karang Taruna, mencurahkan keprihatinannya soal Judol.

“Judol, 2 minggu lalu teman saya meninggal bundir korban Judol, sepupu istri beliau ribut keluarga karena Judol. Masukan kami, adakah tempat pembinaan mental atau rehabilitasi untuk pecandu Judol?” tanya Puja.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolda menjelaskan bahwa Polri memiliki jaringan hingga tingkat desa.

“Di desa ada Bhabinkamtibmas, mungkin kalau ada permasalahan di desa bisa hubungi Bhabin. Nanti akan kita arahkan untuk pembinaan dan assessment,” jawab Wakapolda.

Pertanyaan kedua datang dari Mba Nina dari Karang Taruna yang menyoroti maraknya oknum narkoba dan anak-anak di desa yang menjual barang untuk modal judol dan narkoba serta meminta pelatihan keterampilan.

Baca Juga:  Polda Bengkulu Musnahkan Barang Bukti Narkotika 7,22 Gram

Wakapolda merespons serius. “Kita dari Polda ada tim psikologi keliling biro SDM polda bengkulu, nanti kalau ada masalah bisa langsung konsolidasi. Jika rekan-rekan di sini ada yang tahu tentang kampung narkoba tolong sampaikan, saya jamin identitas anda aman,” tegas Wakapolda.

Aspirasi berbeda disampaikan perwakilan Asosiasi Pedagang yang mengeluhkan BPKB motor hilang sehingga takut mengurus pajak karena rumor harus bayar mahal, serta isu miring bahwa lapor kehilangan ke polisi harus pakai uang. Ia juga menceritakan kasus orang tua yang meminjam uang kepadanya untuk menebus anak yang ditangkap BNN karena narkoba.

Wakapolda langsung meluruskan dan memberikan tata cara prosedur untuk mengurus surat BPKB yang hilang

“BPKB ibarat surat tanah. Caranya buat laporan kehilangan BPKB ke Polsek, boleh diberitakan 2 kali di surat kabar, baru ke Samsat kemudian baru mendapatkan BPKB duplikat. Jangan takut Bu, saya jamin aman. Kalau ada yang nakal, laporin ke saya,” ujar Wakapolda.

Terkait isu pungli, Wakapolda menegaskan tidak ada biaya dalam pelayanan kepolisian.

Baca Juga:  Kapolda Bengkulu Fasilitasi Mudik Gratis ke Seluma, Manna, dan Kaur

“Kalau mau berurusan ke polisi bayar itu tidak ada. Kalau ada yang minta, lapor ke saya. Kalau ada anggota nakal silahkan laporkan ke Yanduan Propam atau melalui barcode Propam,” ujar Wakapolda Bengkulu

Ia juga menjelaskan bahwa pengguna narkoba akan diperlakukan sebagai korban yang direhabilitasi, bukan semata penjahat.

“Kita ada bagian rehab, pengguna saya kategorikan sebagai korban. Biasanya di-assessment tingkat kecanduannya sampai mana untuk durasi masa rehabnya. Jangan sampai sudah di-rehab malah tambah pintar,” ujar Wakapolda.

Menutup dialog, Wakapolda menitipkan pesan khusus kepada para juru parkir.

“Saya titip untuk penjaga parkir, tolong dijaga kendaraan masyarakat. Jadilah polisi untuk diri sendiri. Tolong diingatkan warga untuk menggunakan kunci ganda,” pesan Wakapolda.

Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat dalam Program Quick Wins Kapolri tersebut berlangsung aman, humanis, dan penuh kekeluargaan, sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Polisi bersama Masyarakat.

Kegiatan di tutup dengan foto bersama element masyarakat. Polisi Bersama Masyarakat