Bengkulu – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bengkulu menggelar kegiatan sosialisasi mengenai pengawasan pelayanan publik kepada puluhan anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wanita Pelopor Penerus Kemerdekaan Bangsa Indonesia (WPPKBI) di kantor Ombudsman, Selasa (17/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Ombudsman menyasar total 32 organisasi wanita di Provinsi Bengkulu.
Kepala Ombudsman Bengkulu, Mustari Tasti, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta yang hadir.
“Alhamdulillah, kami sangat senang bisa menerima kunjungan dan dialog dengan organisasi-organisasi wanita ini. Harapannya, sosialisasi ini bisa memperluas pemahaman masyarakat tentang peran Ombudsman, sekaligus mendorong keberanian masyarakat, khususnya perempuan, untuk menyuarakan haknya dalam pelayanan publik,” ujarnya.
Mustari juga menegaskan bahwa sosialisasi akan terus dilakukan ke berbagai organisasi perempuan lain sehingga Ia optimistis keterlibatan aktif perempuan akan membawa dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama dalam mendampingi keluarga dan lingkungan terdekat mereka.
Sementara itu, Ketua WPPKBI Bengkulu, Zusi Neri Sarif, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasinya dalam meningkatkan wawasan anggotanya.
“Kami sangat bersyukur karena permohonan kami untuk mengadakan sosialisasi ini disambut baik oleh Ombudsman. Tujuannya agar seluruh anggota organisasi wanita bisa memahami fungsi dan peran Ombudsman, terutama dalam menangani keluhan masyarakat terkait layanan publik,” jelasnya.
Menurut Zusi, para peserta yang hadir berasal dari 32 organisasi, termasuk WPPKBI sendiri. Mereka cukup sadar akan pentingnya layanan publik, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak.
“Selama ini kami juga bermitra dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, lembaga sosial, hingga Komnas Perempuan. Kami percaya Ombudsman dapat menjadi rujukan utama dalam hal pengawasan dan advokasi pelayanan publik yang adil,” tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan dialog interaktif antara peserta dan pihak Ombudsman mengenai mekanisme pengaduan masyarakat, serta contoh konkret kasus pelayanan publik yang berhasil diselesaikan.

Berita Terbaru
Opini Gede Pasek Suardika: Sadapan dan Kekuasaan
Jepang Perketat Syarat Izin Tinggal, Skrining TBC Jadi Kewajiban WNI
160 Mitra Dapur MBG Bengkulu Protes Kebijakan BGN, Siapkan Aksi 10 November Jika Tak Dipenuhi
Astronom Temukan Planet Diduga Kaya Karbon di Angkasa, Dijuluki Planet Berlian
25 Atlet Seluma Ikuti POPDA Bengkulu 2026, Turun di Lima Cabor
Desa Bukit Peninjauan II Dinilai sebagai Percontohan Desa Antikorupsi 2026