BENGKULU — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Dr H Wihaji, menegaskan bahwa pembangunan keluarga harus menjadi perhatian utama dalam menyiapkan generasi emas Indonesia. Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan kuliah umum di Universitas Bengkulu (UNIB), Jumat (14/11), yang turut dihadiri Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Rektor UNIB Dr Indra Cahyadinata.
Dalam pemaparannya, Wihaji menyoroti bahwa keluarga merupakan titik awal pembentukan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, keberhasilan pembangunan nasional sangat ditentukan oleh kondisi keluarga.
Ia mengingatkan mahasiswa sebagai calon pengantin, calon pekerja, dan calon pemimpin masa depan agar memahami konsep keluarga secara komprehensif. Perguruan tinggi, lanjutnya, bukan sekadar mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga membina karakter, kesehatan mental, dan daya saing generasi muda.
Wihaji juga menyoroti meningkatnya permasalahan psikologis di kalangan mahasiswa, seperti kesepian dan gangguan kesehatan mental. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat menjadi hambatan baru dalam upaya menyiapkan generasi unggul.
Di sisi lain, ia menyinggung fenomena perempuan Indonesia yang memilih untuk tidak memiliki anak (child free). Menurutnya, pilihan tersebut kerap dipengaruhi kecemasan terkait ekonomi, psikologis, dan kesehatan.
Sebagai bentuk solusi, ia memperkenalkan program Tamasha (Taman Asuh Sayang Anak) yang disiapkan BKKBN untuk mendukung perempuan bekerja. Melalui program ini, pemerintah menyediakan fasilitas pengasuhan dan penitipan anak yang aman, terjangkau, dan ramah anak.
“Sebagai manusia saya menghormati pilihan child free. Namun sebagai menteri, saya berharap kehidupan dijalani dengan bijak. Insya Allah semuanya akan baik-baik saja,” kata Wihaji.
Ia turut menekankan pentingnya mencegah pernikahan dini serta memastikan pasangan menikah pada usia matang agar dapat melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, UNIB dan Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu menandatangani perjanjian kerja sama. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat edukasi tentang kesehatan reproduksi dan peningkatan kualitas keluarga bagi mahasiswa.

Berita Terbaru
Dari Polres Lebong untuk Masa Depan, Kapolda Bengkulu Tancapkan Semangat Green Policing
Jumat Keliling Kapolda Bengkulu Jadi Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian kepada Masyarakat Lebong
Perjuangkan Kelanjutan Tol Bengkulu–Lubuk Linggau, Wagub Mian Sampaikan Aspirasi Langsung kepada Presiden Prabowo
Senator Destita Fasilitasi Atlet Karate Pulau Enggano Berlaga di Popda 2026
Respons Pembelajaran Jarak Jauh Dampak Kabut Asap, Senator Destita Imbau Masyarakat Pakai Masker dan Tak Bakar Lahan
Forum Wartawan Ekonomi Bengkulu Daftarkan Anggota ke BPJS Ketenagakerjaan, Perkuat Perlindungan Jurnalis dari Mara Bahaya