Bengkulu – Balai Karantina Bengkulu menggelar aksi bersih-bersih eceng gondok di bantaran sungai Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Jumat 9 Oktober 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengendalikan penyebaran jenis asing invasif yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

Kepala Balai Karantina Bengkulu, Dr. drh. Betty Fajarwati, M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut menjadi rangkaian terakhir peringatan Hari Karantina ke-149 dan Hari Ulang Tahun Badan Karantina Indonesia ke-3. Pembersihan eceng gondok dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya mengantisipasi dampak pertumbuhan tanaman invasif.

Menurut Betty, eceng gondok termasuk salah satu jenis asing invasif yang perlu dikendalikan karena pertumbuhannya dapat mengganggu ekosistem apabila tidak ditangani. Selain berpotensi menutupi permukaan air, keberadaan tanaman tersebut juga dapat menghambat kelancaran aliran sungai.

“Jenis asing invasif spesies ini kalau tidak dikendalikan bisa mengganggu ekosistem. Jadi dengan kita bersihkan, aliran air menjadi lancar kembali,” ujar Betty.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan tugas dan fungsi karantina dalam mencegah masuk serta tersebarnya ancaman biologis yang dapat mengganggu kesehatan manusia, hewan, ikan, tumbuhan, dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Komdigi Mulai Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio demi Perluasan Konektivitas hingga Pelosok

Betty merujuk Undang-Undang Nomor 21 sebagai salah satu dasar pelaksanaan tugas karantina dalam pengendalian ancaman biologis, termasuk pencegahan masuk dan tersebarnya agens hayati, jenis asing invasif, serta organisme hasil rekayasa genetik yang berpotensi menimbulkan dampak negatif.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan unsur kepolisian setempat, pemerintah kelurahan, serta masyarakat di sekitar lokasi. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian bersama terhadap kebersihan sungai dan pengendalian spesies invasif di lingkungan sekitar.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Dari Penjaga Gerbang ke Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menggambarkan perkembangan peran karantina, tidak hanya dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit, tetapi juga mendukung ketahanan pangan, menjaga keamanan hayati, dan membantu komoditas daerah memenuhi persyaratan negara tujuan.

Dalam konteks keamanan hayati, Balai Karantina Bengkulu intensif melakukan perlindungan wilayah dari ancaman jenis asing invasif, termasuk di Pulau Enggano. Pengendalian spesies invasif menjadi salah satu langkah untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan di wilayah Provinsi Bengkulu.

Baca Juga:  Karantina Bengkulu Kawal Ekspor 22 Ton Kolang-Kaling ke Vietnam

Selain menggelar aksi bersih sungai, sebelumnya Balai Karantina Bengkulu juga menggelar kegiatan Karantina Goes to Campus dan donor darah di Universitas Bengkulu, bazar pangan dan cek kesehatan gratis di Kelurahan Betungan, tanam pohon di Pulau Baai, serta vaksinasi rabies di halaman Kantor ASDP Pulau Baai Bengkulu.