Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong sinergi dengan Mujadalah Kiai Kampung (MKK) untuk mempercepat peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak di Indonesia.
Dalam acara “Halalbihalal Mujadalah Kiai Kampung” di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (27/4), Arifah menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk para kiai di tingkat desa.
“Kami mendukung semua upaya, mulai dari pemberdayaan ekonomi, perlindungan dari kekerasan, hingga peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan. Ini harus bersinergi bersama, termasuk dengan MKK,” ujarnya.
Menurut Arifah, keterlibatan para kiai kampung merupakan langkah konkret untuk menghadirkan kesejahteraan bagi perempuan dan anak di akar rumput. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
Untuk itu, Kementerian PPPA saat ini tengah mengakselerasi sejumlah program strategis, antara lain program Ruang Bersama Indonesia (RBI) yang merupakan pengembangan dari inisiatif Desa Ramah Anak. RBI bertujuan menciptakan ekosistem desa yang aman, nyaman, dan inklusif, sekaligus mencegah serta menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kementerian PPPA juga menggulirkan program Satu Data Perempuan dan Anak serta memperluas akses layanan melalui Call Center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129.
“Semua program ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak di seluruh Indonesia,” tandas Arifah. (IP)

Berita Terbaru
Mukomuko Siapkan 29 Atlet Pelajar untuk POPDA Bengkulu 2026
Guru Besar Apresiasi Penguatan Pendidikan Era Prabowo-Gibran, Tekankan Mutu dan Akses yang Merata
Walikota Dedy Wahyudi Siapkan Lampu dan Bak Sampah untuk Taman Perjuangan Bengkulu
IPR: Pengerahan 48 Pesawat dan Helikopter serta 60.000 Lebih Personel Tunjukkan Keseriusan Presiden Prabowo Tangani Karhutla
Senator Destita Sebut TKSK Bengkulu Garda Terdepan Wujudkan Kesejahteraan Sosial
Bengkulu Selatan Peringkat Kedua Tercepat Salurkan Dana Desa, DJPb Dorong Penguatan Ekonomi Sawit