BENGKULU – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memastikan kebutuhan penerangan dan bak sampah di kawasan Taman Perjuangan, Simpang Bank Indonesia (BI), segera ditindaklanjuti. Hal itu disampaikan saat meninjau lokasi bersama Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, Jumat (16/10/2026).

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi ajang dialog dengan komunitas ojek online (ojol) Trantibum binaan Satpol PP Kota Bengkulu yang menjadikan kawasan itu sebagai tempat berkumpul sambil menunggu pesanan penumpang.

Dedy mengapresiasi keberadaan komunitas tersebut karena dinilai dapat memberikan dampak positif bagi pemanfaatan ruang publik. Menurutnya, aktivitas para pengemudi ojol di kawasan itu dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih tertib.

“Teman-teman ojol ini biasanya menunggu orderan dan nongkrong di sini. Justru itu bagus, karena selama ini tempat ini sering menjadi tempat minum-minum anak-anak muda yang kurang baik. Sekarang kawan-kawan ojol yang berkumpul di sini,” ujar Dedy.

Saat berdialog dengan para pengemudi ojol, Dedy menerima masukan mengenai kebutuhan lampu penerangan dan bak sampah untuk menunjang kenyamanan kawasan. Ia memastikan kedua kebutuhan tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kota.

Baca Juga:  HUT ke-307 Kota Bengkulu, Walikota Tekankan Kolaborasi dan Peran Strategis Daerah

“Tadi mereka ada keluhan soal lampu, kemudian juga bak sampah. Kami akan langsung drop nanti. Insyaallah, untuk lampu dan bak sampah langsung kami eksekusi,” tegasnya.

Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, menjelaskan pembinaan Ojol Trantibum merupakan bagian dari upaya melibatkan masyarakat dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum. Komunitas tersebut diharapkan tidak hanya beraktivitas di ruang publik, tetapi juga berperan dalam menjaga kebersihan dan merawat fasilitas umum.

Menurut Sahat, salah satu kegiatan yang telah dilakukan adalah gotong royong membersihkan Taman Perjuangan bersama komunitas ojol dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu.

“Beliau meminta agar komunitas-komunitas ojek online ini dibina menjadi komunitas yang ikut serta memelihara ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum. Salah satu kegiatan penting yang kami lakukan adalah memelihara dan membersihkan ruang-ruang publik,” kata Sahat.

Sahat juga menegaskan bahwa kawasan yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Taman BI tersebut memiliki nama resmi Taman Perjuangan Pemerintah Kota Bengkulu. Ke depan, Satpol PP berencana mendorong pemanfaatan taman agar menjadi ruang publik yang lebih aktif dan menarik bagi masyarakat.

Baca Juga:  Walikota Terpilih Bengkulu Dedy Wahyudi Pastikan Lanjutkan Program Kerakyatan

Salah satu gagasan yang disiapkan adalah menghadirkan pertunjukan musik akustik pada akhir pekan. Kegiatan tersebut diharapkan menambah pilihan ruang rekreasi bagi warga, seperti halnya Belungguk Point, Berendo, dan kawasan Pantai Panjang.

Selain merawat taman, Satpol PP bersama komunitas Ojol Trantibum juga merencanakan gerakan gotong royong membersihkan masjid. Program ini akan menyasar masjid yang sering dilalui atau dikunjungi komunitas ojol, dengan target sedikitnya dua masjid dibersihkan setiap bulan.

“Besok kita juga sama-sama mulai menggiatkan gerakan membersihkan masjid. Masjid-masjid yang sering dilihat oleh komunitas ojol akan kita bersihkan secara gotong royong. Paling tidak, dalam satu bulan ada dua masjid yang kita bersihkan bersama-sama,” ungkap Sahat.

Melalui pembinaan Ojol Trantibum, Pemerintah Kota Bengkulu mendorong keterlibatan komunitas masyarakat dalam menjaga ketertiban, kebersihan, dan kepedulian sosial. Penataan Taman Perjuangan diharapkan tidak hanya memperbaiki fasilitas dasar, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi warga.