Jakarta – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) meminta Pemerintah Kota Bengkulu memperkuat keamanan data pribadi dalam integrasi layanan publik digital. Selain pemadanan data aplikasi Ado Galo (Adol) dengan sistem pusat, Pemkot juga diminta menuntaskan perekaman KTP elektronik bagi 2.998 warga yang belum melakukan perekaman.
Arahan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi saat menerima audiensi Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Command Center Ditjen Dukcapil, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Pertemuan itu membahas percepatan program administrasi kependudukan dan integrasi data untuk mendukung pelayanan masyarakat.
Dedy Wahyudi memaparkan kebutuhan pemadanan data aplikasi super apps Adol dengan data kependudukan pusat agar layanan digital daerah berjalan lebih efisien dan tepat sasaran. Menanggapi hal itu, Teguh mendukung upaya digitalisasi tersebut, tetapi mengingatkan pentingnya menjaga keamanan informasi penduduk.
“SIAK Terpusat kini sudah terhubung dengan SatuSehat untuk penerbitan akta lahir secara real-time. Ini bahan yang sangat penting untuk statistik hayati nasional. Karena itu, ingat betul pengamanan datanya,” tegas Teguh.
Selain integrasi digital, Teguh meminta Dinas Dukcapil Kota Bengkulu memprioritaskan pelayanan langsung kepada warga yang belum memiliki rekaman KTP-el. Menurutnya, keberhasilan inovasi administrasi kependudukan juga harus diukur dari cakupan pelayanan riil, termasuk peningkatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA).
Plh. Direktur Pendaftaran Penduduk Ahmad Ridwan menjelaskan, pemantauan warga yang belum melakukan perekaman dapat dilakukan melalui dashboard data kependudukan berbasis by name by address (BNBA). Data tersebut dapat digunakan pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan camat, lurah, hingga pengurus RT/RW guna memastikan warga yang belum merekam biometrik dapat dijangkau.
Sementara itu, Direktur Bina Aparatur Dukcapil Erliani Budi Lestari meminta pelayanan jemput bola diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, warga yang terbaring sakit, dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ia juga mendorong Disdukcapil bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memperluas perekaman KTP-el bagi pemilih pemula di sekolah-sekolah.
Erliani turut menyoroti capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) Kota Bengkulu yang baru mencapai 12 persen dari target nasional. Petugas Dukcapil dan ASN didorong meningkatkan aktivasi IKD agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan publik digital.
Menurut Erliani, Kota Bengkulu juga telah masuk dalam perluasan wilayah uji coba sistem Perlindungan Sosial Digital Kementerian Sosial. Integrasi ini diharapkan membantu meningkatkan ketepatan data penerima bantuan sosial sekaligus mengurangi risiko kesalahan penyaluran.
IKD juga dapat digunakan sebagai sarana autentikasi untuk mengakses Portal Perlindungan Sosial melalui mekanisme Single Sign-On (SSO). Dengan dukungan verifikasi biometrik wajah, sistem tersebut diharapkan memperkuat validasi identitas penerima manfaat dan membantu mencegah data penerima bantuan sosial yang tidak akurat atau tumpang tindih.

Berita Terbaru
Regulapreneur Bumi Rafflesia: BPOM Bengkulu Ajak Mahasiswa UNIB Bangun Usaha Inovatif dan Taat Regulasi
Kapolda Bengkulu Pimpin Penggerebekan Sarang Narkoba di Kampung Jeruk, Personel Gabungan Diterjunkan
Kuasa Hukum Oki Alek Dampingi Ellys Febryyanty Lapor Akun TikTok Clayton Alvaro (@varo_338) ke Polda Bengkulu
Semarak Merah Putih di Bengkulu Selatan Meriah Dipadati Ribuan Warga
Wabup Gustianto Lantik Anggota BPD Lubuk Resam, Tekankan Pengawasan dan Aspirasi Warga
KDKMP Segera Bisa Jual Obat Bebas, Pemerintah Sepakati Skema Distribusi