Bengkulu – Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Bengkulu, apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mengapresiasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu agenda strategis nasional. Ia optimis target peningkatan produksi panen padi nasional hingga tiga kali lipat pada 2027 dapat diwujudkan melalui penguatan irigasi, pompanisasi, modernisasi pertanian, dan kolaborasi lintas sektor.
Apresiasi tersebut disampaikan Senator Destita saat menghadiri panen padi bersama Pemerintah Kabupaten Seluma di areal persawahan Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Selasa (20/10/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Seluma Teddy Rahman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, jajaran pemerintah daerah, serta kelompok tani.
Destita menilai keberhasilan panen di tengah kemarau panjang menjadi bukti pentingnya menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan keterbatasan air. Menurutnya, upaya meningkatkan produksi pangan nasional harus didukung sarana pertanian yang memadai dan kebijakan yang menjawab kebutuhan petani di lapangan.
“Jadi ketahanan pangan merupakan hal yang sangat penting untuk masyarakat Indonesia. Disampaikan juga bahwa tahun depan Pak Presiden kita melalui Kementerian Pertanian ingin meningkatkan produksi pangan tiga kali lipat daripada tahun ini,” tuturnya.
Ia menegaskan, peningkatan produksi padi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan petani, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian. Salah satunya melalui program pipanisasi dan pompanisasi serta penyediaan bibit, pupuk dan hilirisasi pertanian untuk memastikan ketersediaan air dan meningkatkan produksi padi baik tidak atau saat musim kemarau.
Menurut Destita, ketersediaan air yang memadai dapat membantu petani mempertahankan produktivitas lahan sekaligus meningkatkan hasil pertanian. Karena itu, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga terkait, dan kelompok tani perlu diperkuat agar program ketahanan pangan berjalan efektif.
Destita juga mengapresiasi bantuan alat dan mesin pertanian dari Bank Indonesia yang dinilai mampu mempercepat proses panen dan menekan biaya produksi. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membantu petani meningkatkan efisiensi kerja sekaligus memperkuat produksi pangan di daerah.
“Ketahanan pangan merupakan hal yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Karena itu, bantuan seperti ini sangat bermanfaat bagi petani, terlebih ketika kita ingin meningkatkan produksi pertanian ke depan,” katanya.
Ia mendorong kelompok tani penerima bantuan untuk mengelola alat dan mesin pertanian secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Menurutnya, kerja sama antarkelompok tani juga berpotensi meningkatkan kemandirian usaha dan membuka peluang pendapatan melalui layanan penggunaan mesin pertanian.
“Jadi kalau tahun ini katanya tiga kali panen kemudian tahun depan juga tiga kali panen tapi kapasitasnya meningkat tiga kali lipat. Tentunya bantuan dari Bank Indonesia ini sangat-sangat bermanfaat untuk petani kita semua” ujarnya.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap dua tahun pada 20 Oktober 2026 ini. Upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan difokuskan pada penerbitan regulasi baru lewat Perpres & Inpres 2026 untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pascapanen serta memangkas birokrasi distribusi pupuk.
Keberhasilannya dicatat BPS dengan produksi beras Januari-Agustus 2026 mencapai 25,29 juta ton, meningkat 0,07 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Langkah ini dibarengi dengan modernisasi produksi pertanian melalui program pompanisasi, perluasan cetak sawah baru hingga 250.000 hektar, dan perbaikan jaringan irigasi massal serta menaikan harga jual gabah. Seluruh strategi ini berhasil meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) secara signifikan sekaligus menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Berita Terbaru
Perkuat Kesiapsiagaan Daerah, Bengkulu Siapkan Survei
Indonesia dan Malaysia Bahas Penguatan Regulasi Pelindungan Anak di Ruang Digital
Delapan Fraksi DPRD Bengkulu Bahas Raperda Kebijakan Sanitasi Daerah
HUT Humas Polri ke-75, 10 Wartawan AMJ Berdonor Darah di Polda Bengkulu
Senator Destita: Ketahanan Pangan Daerah Tanggung Jawab Bersama
OJK Edukasi 700 Peserta di Bengkulu Selatan, Waspadai Pinjol Ilegal