Bengkulu — Dinamika bursa pengisian posisi strategis pemerintahan kembali menghangat di ruang publik. Di tengah perbincangan mengenai figur-figur yang layak masuk dalam jajaran kabinet, nama mantan Koordinator Pusat (Korpus) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Herianto, mulai mencuat dan didorong oleh berbagai kalangan untuk masuk dalam radar kepemimpinan nasional.

Dorongan tersebut bukan tanpa alasan. Rekam jejak Herianto di dunia pergerakan mahasiswa dinilai memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika sosial-politik kaum muda, khususnya Generasi Z (Gen Z).

Kondisi ini dinilai sangat relevan dengan tantangan komunikasi pemerintah saat ini. Di satu sisi, Generasi Z semakin aktif menyampaikan pandangan, kritik, dan aspirasi secara terbuka melalui ruang digital. Di sisi lain, pemerintah dituntut untuk mampu menjelaskan kebijakan publik secara cepat, transparan, dan mudah dipahami oleh kelompok muda.

“Kehadiran figur dari kalangan aktivis muda yang memiliki akar kuat di akar rumput pergerakan mahasiswa dinilai penting untuk memperpendek jarak komunikasi antara pemerintah dan generasi masa kini,” ujar pengamat politik lokal.

Baca Juga:  Pemkot Terapkan Pembinaan Militer Anak Nakal, DPRD Setuju, Psikolog Menolak

Selain memiliki kedekatan kultural dengan anak muda, pengalaman Herianto dalam memimpin aliansi mahasiswa terbesar di Indonesia diharapkan dapat membuat pola komunikasi pemerintah tidak bersifat satu arah. Aspirasi, kritik, maupun keresahan yang berkembang di kalangan masyarakat muda diyakini dapat tersalurkan dengan lebih efektif langsung ke pusat pengambilan kebijakan.

Dengan semakin panasnya bursa kabinet saat ini, kehadiran representasi tokoh muda yang progresif diharapkan mampu menjawab tantangan zaman serta memperkuat partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan nasional ke depan.