Seluma – Wakil Bupati Seluma Drs. H. Gustianto mendorong masyarakat meningkatkan pemahaman dan akses terhadap layanan keuangan yang aman. Hal itu disampaikannya saat membuka Sosialisasi Percepatan Akses Keuangan Daerah (PAKD) di Halaman Masjid Agung Baitul Falihin Seluma, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang digelar perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu tersebut dihadiri para camat, lurah, Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM), serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seluma.

Gustianto mengatakan, percepatan akses keuangan daerah perlu menjadi perhatian bersama karena dapat mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, akses keuangan yang terbuka bagi masyarakat akan membuat pertumbuhan ekonomi lebih partisipatif dan inklusif.

“Dengan terbukanya akses keuangan bagi masyarakat di daerah, maka pertumbuhan ekonomi di daerah akan merata, lebih partisipatif dan inklusif,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemkab Seluma terus berupaya mewujudkan daerah yang sejahtera, mandiri dan bermartabat. Namun, perkembangan zaman juga menghadirkan tantangan baru yang dapat mengancam kondisi ekonomi keluarga, terutama akibat rendahnya pemahaman dalam mengelola keuangan.

Baca Juga:  Bupati Teddy Akan Batalkan SK Honorer Siluman yang Lolos PPPK

“Uang yang seharusnya menjadi nafkah, modal usaha, biaya pendidikan anak, justru banyak hilang karena kurangnya pemahaman dalam mengelola keuangan,” ungkapnya.

Gustianto menyebut ada empat ancaman yang perlu diwaspadai masyarakat, yakni investasi bodong, pinjaman online ilegal, judi online, serta berbagai bentuk kejahatan keuangan digital lainnya. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati sebelum menggunakan layanan atau melakukan transaksi keuangan.

“Karena itu OJK hadir untuk melindungi kita. Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga negara yang menjamin hak-hak kita sebagai konsumen. Jika mengalami perlakuan tidak wajar, ditipu atau dirugikan, lapor ke OJK,” tuturnya.