Bengkulu — Inflasi Kota Bengkulu pada September 2026 tercatat 3,05 persen secara tahunan atau year on year (y-on-y). Sementara itu, inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,20 persen dan year to date (y-to-d) sebesar 2,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,40.
Kepala BPS Kota Bengkulu Iin Inayati mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi y-on-y dengan andil sebesar 1,05 persen. Komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, bensin, ikan dencis, dan minyak goreng.
Sementara itu, kelompok kesehatan memberikan andil deflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi antara lain cabai merah, bawang merah, santan segar, tarif rumah sakit, dan tomat.
Untuk inflasi m-to-m, kelompok makanan, minuman, dan tembakau kembali menjadi penyumbang utama dengan andil sebesar 0,21 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yakni cabai merah, roti manis, kemeja panjang katun wanita, Sigaret Putih Mesin, dan sepatu wanita.
Sedangkan kelompok transportasi memberikan andil deflasi sebesar 0,04 persen. Komoditas yang dominan menahan inflasi antara lain angkutan udara, bawang merah, daging ayam ras, emas perhiasan, dan jengkol.
Hal tersebut disampaikan Iin dalam Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) September 2026 di Kantor BPS Kota Bengkulu, Kamis (1/10/2026). Rilis tersebut turut diikuti Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Bappeda Kota Bengkulu, Dinas Perindag Kota Bengkulu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Bagian Perekonomian Setda Kota Bengkulu, serta para statistisi BPS Kota Bengkulu.







